Lewis Hamilton kembali menjadi pusat perhatian di Grand Prix Italia setelah tiba di Sirkuit Monza dengan Ferrari F40 yang baru direstorasi. Bukan hanya mobil ikonik itu yang menarik perhatian, penampilan pembalap tujuh kali juara dunia tersebut juga menjadi perbincangan karena memadukan gaya formal dengan sentuhan fesyen yang khas.
Hamilton terlihat turun dari supercar merah itu mengenakan setelan hitam dan mantel panjang berwarna tan. Dalam sesi pemotretan berikutnya, ia berganti ke busana khusus dari Khaite, rumah mode yang tidak memiliki lini pakaian pria khusus.
Busana khusus Khaite
Penampilan tersebut disiapkan Hamilton bersama penata gayanya, Eric McNeal, yang telah lama bekerja dengannya. Busana itu dibuat khusus dan memiliki kemiripan dengan salah satu tampilan yang diperagakan dalam koleksi Khaite Fall 2026 di runway.
Untuk melengkapi gaya serba hitam tersebut, Hamilton mengenakan baret hitam dan sepatu bot hitam. Ia kemudian berpose di dekat Ferrari F40 yang menjadi bagian penting dari penampilannya di Monza.
Gaya Hamilton mendapat banyak respons dari penggemar di media sosial. “He never misses,” tulis salah satu pengguna Instagram. Penggemar lain berkomentar, “He showed this girl what true style looks like.” Komentar lainnya berbunyi, “Everything looks better on Lewis.”
Kehadiran Hamilton dengan F40 itu bukan kebetulan. Pembalap berusia 41 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia memperoleh mobil itu menjelang Grand Prix Italia. Sebelumnya, Hamilton diketahui telah menjual seluruh koleksi mobilnya.
F40 impian Hamilton
Dalam unggahan di Instagram, Hamilton menyebut Ferrari F40 tersebut sebagai mobil impiannya sejak lama. “My very own F40. This is the car of my dreams and has been for as long as I can remember,” tulisnya.
Ia mengatakan, impian memiliki F40 sudah muncul sejak masih kecil. Ketika bergabung dengan Ferrari pada tahun sebelumnya, Hamilton bahkan memastikan ada satu F40 yang menemaninya pada hari pertamanya di Maranello.
“As a kid I dreamt of having one. When I joined Ferrari last year I made sure to have one with me on my first day at Maranello. That’s how much it means to me,” ujarnya dalam unggahan tersebut.
Menurut Hamilton, mobil itu ditemukan dalam kondisi tertutup debu setelah lebih dari 30 tahun berada di sebuah garasi. Ia merasa harus membawanya pulang karena mobil-mobil seperti F40 merupakan karya seni dan sangat langka.
Mobil tersebut kemudian dibawa ke Maranello untuk direstorasi. Para insinyur dan mekanik Ferrari di pabrik menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menghidupkan kembali mobil itu.
“First to Maranello, where the master engineers and mechanics at the factory worked for weeks to bring her back to life,” tulis Hamilton. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan menyebut proses tersebut sebagai impian yang menjadi kenyataan.





