Jack Aitken memastikan gelar juara pembalap IMSA WeatherTech SportsCar Championship kelas GTP bahkan sebelum balapan Petit Le Mans dimulai. Pembalap Inggris itu hanya perlu membawa Cadillac Action Express Racing melewati garis start untuk mengunci perolehan poin yang tidak lagi mungkin dikejar Laurin Heinrich dari Porsche.
Keunggulan Aitken melebar menjadi 151 poin setelah sesi kualifikasi. Dengan memulai balapan penutup musim di Michelin Raceway Road Atlanta, Aitken bersama Earl Bamber dan Frederik Vesti dipastikan setidaknya memperoleh poin untuk posisi ke-11 di kelas GTP. Perhitungan tersebut membuat Heinrich kehilangan peluang matematis untuk membalikkan keadaan.
Gelar pertama setelah penantian panjang
Gelar itu menjadi pencapaian besar bagi Aitken, yang terakhir kali meraih juara pada 2015 ketika memenangkan dua gelar Formula Renault 2.0 serta kejuaraan Pro Mazda. Ia juga tercatat sebagai juara pembalap individu pertama di kelas utama IMSA sejak Jörg Bergmeister memenangi gelar Rolex Sports Car Series pada 2006.
Jika menelusuri sejarah kompetisi yang menjadi pendahulu kelas tersebut, juara pembalap terakhir sebelumnya adalah Tom Kristensen di kelas LMP900 pada 2002.
“Ya, sedikit melegakan. Ini sudah lama dinantikan. Kami menjalani tahun yang luar biasa. Namun, meraihnya sebelum balapan dimulai terasa agak aneh,” kata Aitken.
Menurut dia, situasi tersebut membuat perhatian terbagi antara persiapan balapan dan kekhawatiran sederhana agar mobil dapat dinyalakan serta keluar dari jalur pit. “Anda tentu memikirkan start balapan, tetapi di sisi lain berharap mobil bisa menyala dan keluar dari pit lane. Tentu saja, mobil berhasil melakukannya,” ujarnya.
Aitken mengatakan gelar tersebut memiliki arti khusus karena ia telah lebih dari satu dekade menunggu keberhasilan serupa. Ia bergabung dengan IMSA pada 2023 dan sejak saat itu terus membela Action Express Racing serta Whelen Cadillac.
“Saya belum memenangkan kejuaraan selama lebih dari 10 tahun, jadi ini merupakan pencapaian besar bagi saya. Saya datang ke IMSA pada 2023 dan sangat menikmatinya sejak saat itu,” kata Aitken. Ia juga menyebut keberhasilan itu sebagai hasil kerja bersama keluarga, teman, dan rekan-rekan di tim.
Target berikutnya: kemenangan di Petit Le Mans
Meski gelar pembalap sudah aman, Aitken menegaskan fokus tim tidak berubah. Action Express tetap memburu kemenangan dalam balapan ketahanan selama 10 jam tersebut untuk menutup musim yang konsisten. Dalam delapan balapan, mereka telah tujuh kali finis di podium.
“Kami menjalani laju yang sangat baik tahun ini, dan sebagian besar berkat konsistensi. Kami selalu berada di posisi podium, mengumpulkan poin, menjalankan strategi yang solid, serta menghindari kesalahan. Kami akan mencoba melakukan hal yang sama hari ini,” tuturnya.
Namun, jalannya Petit Le Mans segera diwarnai kondisi lintasan yang sulit dan periode netralisasi berulang. Hujan dan cuaca buruk bahkan memicu penghentian balapan dengan bendera merah pada jam keempat, sehingga strategi tim-tim GTP kembali berubah.
“Balapannya cukup kacau, bahkan menurut standar Petit Le Mans. Saya yakin masih banyak yang akan terjadi,” ujar Aitken. Saat itu, Cadillac mereka masih berada dalam persaingan podium, dengan Vesti menjalankan tugasnya sebelum Aitken mengambil giliran. Siapa yang akan menyelesaikan balapan untuk tim tersebut belum diputuskan, meski Earl Bamber mulai menjadi kandidat utama.





