Tumbler stainless steel kini digunakan bukan hanya untuk membawa minuman, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Wadah minum ini berkaitan dengan kebiasaan hidup sehat, upaya mengurangi penggunaan wadah sekali pakai, hingga ekspresi identitas melalui merek dan desain yang dipilih.
Perubahan fungsi tersebut turut dibahas dalam jurnal berjudul Tumbler sebagai Simbol Gaya Hidup dan Status Sosial di Masyarakat Urban. Dalam jurnal itu, tumbler disebut berkembang menjadi simbol gaya hidup yang berkaitan dengan kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan. Popularitasnya juga semakin kuat karena media sosial kerap menampilkan bentuk, merek, dan desain tumbler sebagai bagian dari penampilan penggunanya.
Minuman yang dapat disimpan
Dalam penggunaan sehari-hari, tumbler diisi dengan beragam minuman, mulai dari air putih, kopi, teh, hingga minuman lain. Namun, setiap jenis minuman memiliki karakteristik berbeda ketika disimpan di dalam wadah stainless steel.
Dilansir dari Lamose, tumbler berbahan stainless steel dapat digunakan untuk menyimpan minuman panas maupun dingin. Material stainless steel food grade 18/8 disebut tidak mudah bereaksi dengan isi wadah sehingga rasa minuman tetap terjaga.
Beberapa minuman yang dapat disimpan di dalam tumbler antara lain kopi, teh, cokelat panas, air putih, es kopi, cold brew, jus, smoothie, dan minuman berprotein. Air putih yang diberi irisan lemon atau timun juga masih dapat dimasukkan ke dalam tumbler.
Meski demikian, penggunaan tumbler tetap perlu disesuaikan dengan jenis minuman dan durasi penyimpanannya. Minuman yang aman untuk dibawa bukan berarti seluruhnya dapat disimpan dalam kondisi yang sama atau untuk waktu yang tidak terbatas.
Minuman yang perlu diwaspadai
Soda, sparkling water, dan kombucha sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di dalam tumbler yang tertutup rapat. Minuman berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida. Ketika berada dalam wadah tertutup, gas tersebut dapat meningkatkan tekanan di dalam tumbler.
Risiko itu bisa bertambah apabila tumbler yang berisi minuman berkarbonasi diguncang. Saat tutup dibuka, tekanan yang terkumpul dapat membuat minuman menyembur atau menyebabkan tutup lebih sulit dibuka. Jika tetap ingin membawa minuman berkarbonasi, tutup tumbler sebaiknya tidak dikencangkan terlalu rapat. Pilihan lainnya adalah menggunakan tumbler tanpa tutup dan segera menghabiskan minuman.
Cairan pemutih juga tidak boleh dimasukkan ke dalam tumbler. Selain itu, cairan yang sangat asam sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di dalam wadah stainless steel. Contohnya adalah air lemon yang direndam semalaman. Paparan dalam waktu lama dapat menyebabkan permukaan stainless steel terkikis.
Karena itu, pemilihan minuman dan cara penyimpanannya menjadi bagian penting dalam penggunaan tumbler sehari-hari. Wadah yang mendukung kebiasaan praktis dan pengurangan sampah sekali pakai tetap perlu digunakan sesuai karakteristik bahan serta isi yang dibawa.





