Obesitas menjadi persoalan kesehatan yang terus meningkat di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kelebihan berat badan sebagai kondisi dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, sedangkan IMT di atas 30 masuk kategori obesitas. Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam tubuh.
Data WHO menunjukkan, proporsi anak dan remaja berusia 5–19 tahun yang mengalami obesitas di dunia meningkat empat kali lipat. Pada kelompok orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, angkanya bertambah lebih dari dua kali lipat dalam beberapa dekade terakhir.
Obesitas tidak hanya berkaitan dengan perubahan ukuran tubuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, gangguan tulang dan sendi, serta beberapa jenis kanker. Salah satu faktor yang berperan ialah ketidakseimbangan antara kalori yang masuk melalui makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh.
Makanan dan minuman yang perlu dibatasi
Menjaga berat badan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi. Jenis makanan juga berpengaruh karena sejumlah produk mengandung gula, lemak, dan kalori dalam jumlah tinggi. Healthline merangkum delapan makanan dan minuman yang berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak.
1. Soda. Minuman bersoda umumnya tinggi gula dan kalori, tetapi rendah nutrisi. Konsumsi secara rutin dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan, obesitas, dan diabetes tipe 2.
2. Jus buah. Jus kerap dianggap lebih sehat daripada minuman manis lain. Namun, sebagian jus kemasan memiliki kandungan gula yang tinggi. Proses pengolahan juga dapat mengurangi serat dibandingkan buah utuh, sementara gula dan kalori di dalamnya tetap dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.
3. Es krim. Makanan penutup ini biasanya mengandung gula dan lemak yang cukup tinggi. Menyantapnya setelah makan dapat menambah asupan kalori meskipun tubuh sudah merasa kenyang.
4. Cokelat. Cokelat hitam memiliki antioksidan dan vitamin, tetapi tetap mengandung kalori serta lemak. Cokelat susu dan cokelat putih umumnya juga mengandung gula yang tinggi.
5. Piza. Sejumlah jenis piza mengandung banyak lemak, kalori, dan karbohidrat olahan. Tambahan daging olahan serta keju dalam jumlah besar dapat meningkatkan total kalorinya.
6. Makanan cepat saji. Produk fast food pada umumnya tinggi kalori, lemak, garam, dan gula. Konsumsi yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih dan obesitas.
7. Kentang goreng. Makanan ini mengandung kalori, lemak, dan garam yang tinggi, terutama apabila disantap bersama saus atau makanan lain yang juga tinggi kalori.
8. Kukis dan donat. Kedua makanan tersebut biasanya dibuat dari tepung olahan, gula, dan lemak dalam jumlah cukup tinggi. Asupan kalorinya dapat menjadi besar ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak.





