Kemenangan Kimi Antonelli di Grand Prix Spanyol tidak hanya memperkuat posisinya di puncak klasemen Formula 1. Perayaan singkat bersama sang ayah, Marco Antonelli, juga menyita perhatian setelah rekaman momen tersebut menyebar luas di media sosial.
Pebalap Mercedes itu meraih kemenangan kedelapannya di Formula 1 sekaligus mengamankan tambahan 25 poin di Madrid. Hasil tersebut membuat Antonelli kini unggul 81 poin atas rekan setimnya, George Russell, yang menempati peringkat kedua klasemen pembalap.
Bunga anyelir dari sang ayah
Selepas memarkir mobil Mercedes di grid, Antonelli menghampiri anggota tim untuk merayakan hasil balapan. Di bagian depan pembatas, Marco Antonelli telah menunggu sambil membawa setangkai bunga anyelir merah untuk putranya.
Marco kemudian menyerahkan bunga itu kepada Antonelli. Keduanya tertawa dan berpelukan sebelum pembalap berusia 20 tahun tersebut melanjutkan agenda yang harus dijalaninya menjelang seremoni podium.
Interaksi singkat ayah dan anak itu segera mendapat respons dari penggemar. Sejumlah pengguna media sosial menggambarkannya sebagai momen yang hangat dan berharga, sementara sebagian lainnya menanggapinya dengan gurauan.
“Momen yang begitu hangat. Kimi sangat mudah untuk didukung,” tulis seorang penggemar di Reddit. Pengguna lain bercanda dengan merujuk pada acara televisi yang identik dengan pemberian bunga: “Apa ini, The Bachelor?”
Di platform X, seorang penggemar menyoroti asal bunga tersebut. “Fakta bahwa anyelir merah kecil itu berasal dari Papanelli. Berhenti, itu sangat berharga,” tulisnya.
Komentar lain mengaitkan perayaan tersebut dengan latar belakang Antonelli sebagai pembalap Italia. “Ini adalah hal paling Italia yang pernah ada dan saya menyukainya! Andiamo Kimi!” tulis seorang pengguna. Ada pula penggemar yang menyebut Antonelli sebagai “The new GOAT”.
Belum ingin memikirkan gelar juara
Meski telah membangun keunggulan besar atas Russell, Antonelli belum ingin mengarahkan fokusnya pada kemungkinan merebut gelar juara dunia pertamanya musim ini. Ia memilih menjalani persaingan secara bertahap dan menjaga konsistensi pada setiap balapan.
“Ya, justru itulah yang tidak ingin saya lakukan,” kata Antonelli seusai balapan ketika membahas peluang menjadi juara. “Saya ingin terus berusaha dari balapan ke balapan, terus memberikan hasil dan menikmati seluruh prosesnya, lalu mencoba melakukan yang terbaik di setiap balapan. Setelah itu, kita lihat di mana posisi kami pada akhir tahun.”
Pendekatan tersebut akan kembali diuji pada putaran ke-15 musim ini. Grand Prix Azerbaijan dijadwalkan berlangsung di Baku City Circuit pada 24-26 September, menjadi kesempatan berikutnya bagi Antonelli untuk mempertahankan keunggulan 81 poinnya di klasemen.





