Sejumlah kandidat juara harus tersingkir atau kehilangan posisi dalam Enjoy Illinois 300 di World Wide Technology Raceway, Minggu, setelah masalah rem menghantam mobil-mobil NASCAR Cup Series. Kegagalan rotor dan tekanan rem yang memudar terjadi berulang kali sepanjang balapan, yang untuk pertama kalinya menggunakan paket aturan lintasan pendek dengan tenaga mesin lebih besar dan downforce lebih rendah.
Paket tersebut membuat mobil melaju lebih cepat di lintasan lurus, sementara spoiler yang lebih kecil mengurangi bantuan saat pengereman keras. Kombinasi ini memperberat beban rem di Gateway, sirkuit yang memiliki lintasan lurus panjang dan tikungan yang menuntut pengereman berat. Kondisi serupa sebelumnya juga muncul di Loudon, Nashville, dan Phoenix sejak mobil generasi sekarang diperkenalkan pada 2022.
Sejumlah kandidat juara menjadi korban
Zane Smith mengalami benturan keras di akhir Stage 2 akibat kegagalan rotor. Ryan Blaney kemudian menabrak dinding di trek lurus utama pada Lap 155 ketika berada di posisi keenam. Pada Lap 214, kegagalan rem pada mobil Chase Elliott membuatnya menyeret Chase Briscoe dalam insiden. Ketiga pembalap tersebut merupakan bagian dari kelompok yang bersaing dalam perebutan gelar.
Chris Buescher, pembalap dengan posisi lebih rendah dalam persaingan Chase for the Championship, juga mengalami kecelakaan akibat masalah rem. Insiden itu memunculkan caution terakhir, hanya tiga lap sebelum finis. Sepanjang balapan, beberapa pembalap melaporkan pedal rem terasa semakin dalam dan tekanan rem berkurang.
Kepala kru Blaney, Jonathan Hassler, mengakui timnya tidak memberikan pendinginan yang cukup pada sistem rem. “Gateway selalu menjadi tempat yang berat bagi rem. Kami pernah berada di sisi yang baik, tetapi kami tahu tuntutannya akan lebih besar dengan paket ini. Kami berusaha konservatif, tetapi saya rasa pendinginannya tetap belum cukup,” kata Hassler kepada NASCAR.com.
Pemimpin klasemen Denny Hamlin bahkan menyebut mobilnya nyaris mengalami kegagalan serupa. “Saya akan mengatakan sudah berada di ambang batas. Saya mengalami pedal yang panjang pada dua restart terakhir, dan biasanya itu pertanda rem hampir rusak,” ujarnya.
Tidak semua tim menghadapi masalah dengan tingkat yang sama. Bubba Wallace, yang berupaya merebut posisi lima besar pada fase akhir balapan, mengatakan rem mobilnya tidak memerlukan perubahan. “Mobil saya baik-baik saja. Kami telah banyak mengembangkan paket rem selama enam tahun terakhir dan merasa kelompok nomor 23 sudah menemukan pengaturan yang sangat baik. Rem saya terasa seperti baru sampai finis,” kata Wallace.
Tim dipaksa memilih antara kecepatan dan bertahan
William Byron finis keempat, tetapi kepala kru Rudy Fugle harus membawanya melewati lomba dengan mengelola penggunaan rem secara hati-hati. Menurut Fugle, lintasan seperti Gateway, Phoenix, dan Nashville memang menjadi titik rawan bagi banyak tim dan pabrikan.
Ia mengatakan pedal yang panjang dapat mendorong pembalap memompa rem. Tindakan itu justru menambah panas dan meningkatkan risiko rotor kehilangan daya tahan. Karena itu, Byron diminta mengurangi pemompaan rem dan menunggu caution berikutnya. “Kami membuat keputusan untuk bertahan dalam balapan, bukan berfokus pada performa,” ujar Fugle dalam siaran SiriusXM NASCAR Radio.
NASCAR membolehkan tim memilih merek dan jenis kampas rem dari vendor mana pun, tetapi kampas tidak boleh diganti setelah sesi latihan dan sebelum balapan keesokan harinya. Penggantian baru dapat dilakukan setelah start, dengan konsekuensi kehilangan beberapa lap karena mobil harus masuk area garasi.
Cliff Daniels, kepala kru Kyle Larson, menilai sesi latihan yang kini lebih panjang juga dapat meningkatkan risiko. Jumlah lap tambahan berarti kampas mengalami lebih banyak keausan dan siklus panas. Ia mengusulkan agar NASCAR mengizinkan penggantian rotor dan kampas sebelum balapan, dengan kombinasi yang sama seperti saat pemeriksaan teknis.
Jeff Gordon menilai tim saat ini memiliki terlalu sedikit pilihan untuk mengatasi persoalan tersebut. “Jika ingin menambah pendinginan, seharusnya bisa. Jika ingin menggunakan kampas yang berbeda, seharusnya ada pilihan,” kata Gordon. Ia berharap NASCAR, tim, dan produsen rem bekerja bersama mencari solusi karena mobil Cup Series memang sangat membebani rem, terutama di Gateway.





