Andy Utama Jadikan Paseban Foundation Rumah Bagi Regenerasi Konservasi

by -120 Views

Pemulihan ekosistem Megamendung adalah proses jangka panjang yang menuntut komitmen lintas generasi. Tidak ada satu generasi pun yang mampu merampungkan tujuan konservasi besar ini sendirian. Andy Utama, pendiri serta pembina Paseban Foundation, menegaskan bahwa regenerasi menjadi pondasi kerja pelestarian alam, sebab pemimpin dan orang yang terlibat pasti berganti waktu demi waktu.

Isu regenerasi ini menjadi salah satu pembicaraan penting dalam Paseban Foundation Annual Dinner 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional. Acara tersebut juga menandai dua tahun kiprah Paseban Foundation berkontribusi pada upaya konservasi. Andy menyebutkan, pada saatnya, semua pelaku konservasi akan digantikan oleh generasi selanjutnya sehingga penting ada kelanjutan, bukan sekadar momentum. Konservasi menuntut ketahanan, keberanian, dan kesinambungan agar ekosistem pulih secara lestari dari waktu ke waktu.

Tantangan besar yang dihadapi institusi konservasi adalah lamanya siklus pemulihan lingkungan dibandingkan dengan siklus pengelolaan, pembiayaan, ataupun kepemimpinan yang bersifat pendek. Jika tidak dipikirkan regenerasi sejak dini, semua visi dan kerja yang telah dimulai bisa terhenti ketika para perintisnya selesai bertugas. Karena itulah, Andy membentuk Paseban Foundation untuk menjaga keberlanjutan aksi konservasi melewati batas usia penggagasnya sendiri. Visi jangka panjang dirumuskan dalam Megamendung Century Initiative yang telah mengorientasikan upaya konservasi untuk memulihkan kualitas alam seperti 100 tahun lampau bahkan lebih.

Inisiatif di Megamendung tidak berlangsung instan—justru, proyek ekologis ini menanamkan bahwa keberlanjutan adalah proses lintas generasi. Karena itu, tanggung jawab pun harus diwariskan. Salah satu bentuk keberhasilan awal regenerasi terlihat dari pelibatan Fifi, putri Andy, dalam aktivitas yayasan. Namun regenerasi tidak cukup sekadar penyerahan tugas secara kekeluargaan; alih pengetahuan, transfer pengalaman di lapang, jaringan sosial, hingga proses pengambilan keputusan juga menjadi unsur utama dalam membangun generasi penerus yang tangguh. Generasi baru perlu memahami bukan sekadar tujuan lingkungan hidup tapi juga tantangan sosial, ekonomi, hingga aspek kelembagaannya.

Keterlibatan generasi muda mendapat perhatian serius juga dari pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, Indra Exploitasia dari Kementerian Kehutanan menekankan pentingnya pembinaan para pemuda. Menurutnya, kaum muda harus diberi ruang seluas-luasnya untuk belajar terlibat aktif dan pelan-pelan mengambil tanggung jawab besar sebelum saatnya generasi senior pensiun dari garis depan konservasi.

Keterlibatan generasi baru sebenarnya bukan sekadar kegiatan tambahan, namun waktu demi waktu menjadi syarat utama supaya konservasi bisa berlangsung terus. Pengetahuan dan bekal pengalaman lapangan tidak bisa diwariskan secara tiba-tiba saat estafet kepemimpinan sudah berjalan, melainkan mesti terbangun dari pengalaman langsung dan proses bersama dalam pengelolaan. Itulah mengapa Paseban Foundation tidak hanya bergerak melalui aksi lapangan, melainkan sekaligus mengembangkan aktivitas pendidikan, riset, serta publikasi dan dokumentasi.

Selaras dengan semangat regenerasi, pada ulang tahun kedua yayasan itu, Paseban Foundation meluncurkan dua buku—“Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam” karya Wiratno, Dani W. Munggoro, beserta penulis lain. Selain buku, film dokumenter “The Silent Resilience” juga resmi ditayangkan, mendokumentasikan perjalanan dan tantangan nyata pengelolaan Bentang Alam Megamendung sebagai bagian Cagar Biosfer Cibodas. Dokumentasi-dokumentasi ini menciptakan jembatan antara pengetahuan lapangan dan masyarakat luas, sehingga pengalaman tidak terkubur sebatas kelompok internal.

Pewarisan pengetahuan menjadi nadi utama—konservasi yang menyentuh hutan, air, satwa liar, komunitas, dan stabilitas ekonomi perlu fondasi pemahaman bersama. Data dan pengalaman di lapangan tidak hanya harus tertuang lewat laporan akademik, tapi juga didistribusikan lewat pengalaman nyata dari pelaku utama di lapangan kepada masyarakat.

Tantangan kesinambungan bukan hanya pada sumber daya manusia, namun juga pendanaan. Andy mengakui bahwa perjalanan panjang menjaga kelestarian ekosistem memperlihatkan suatu keniscayaan: konservasi membutuhkan sebanyak mungkin keterlibatan dan pelaku tetap membutuhkan sumber penghidupan. Karena itu, sistem ekonomi yang ramah lingkungan, seperti pertanian organik yang sudah digarap Andy dan sudah 13 tahun berturut-turut lolos audit sertifikasi, menjadi salah satu pilar penting mendukung kerja konservasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, sukses konservasi tidak semata ditentukan oleh regenerasi kepemimpinan, melainkan juga kemampuan merawat kecukupan ekonomi, menjaga kualitas standar kerja, dan mengajak masyarakat tetap terlibat tanpa merusak ekologi setempat.

Saat ini, pemanfaatan teknologi turut menjadi syarat dalam upaya pelestarian. Hal itu ditegaskan oleh Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, yang menyoroti pentingnya menyebarluaskan data dan cerita dari lapangan agar gaung konservasi tidak sekadar berhenti sebagai pengetahuan kelompok kecil saja. Teknologi digital dapat memperluas dialog publik tentang isu lingkungan, asalkan perkembangan teknologi tetap memperhitungkan dampak ekologisnya.

Aktivitas tahunan Paseban Foundation mempertemukan aktor lintas sektor yang bergerak di Megamendung. Akan tetapi, sekadar hadir di forum bukan jaminan kolaborasi jangka panjang. Kunci kelangsungan terletak pada pembagian peran, konsistensi sokongan, dan kesamaan arah bersama yang terjaga meski terjadi pergantian pimpinan.

Bagi Andy, Paseban Foundation bukanlah wadah untuk memonopoli setiap jenak konservasi. Justru yayasan ini diharapkan menjadi medium pertemuan antarbidang, lintas generasi, sekaligus pengawal amanat supaya bentang alam Megamendung selalu punya penerus. Megamendung Century Initiative barangkali hanya akan membuahkan hasil pada generasi yang belum ada saat ini, namun warisan terpenting yang sedang dibangun jauh melampaui fisik bentang alam, melainkan juga budaya pengetahuan, sistem kelembagaan, dan generasi penerus yang siap merawatnya.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi