Rahasia 3M Mendikdasmen: Kunci Dongkrak Mutu Pendidikan RI

by -227 Views

Abdul Mu’ti: “3M” Filosofi Kunci dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya filosofi “3M” sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus adalah landasan fundamental yang tidak boleh terlewatkan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

3M: Mindset, Mental, dan Misi

Abdul Mu’ti mengingatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk tidak hanya fokus pada angka-angka kuantitatif semata. Tanpa adanya 3M sebagai landasan, program pendidikan hanya akan menjadi rutinitas birokrasi yang tidak memiliki dampak yang signifikan.

Pendidikan harus kembali pada nilai-nilai yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, yaitu mencerdaskan kehidupan serta membangun karakter dan peradaban bangsa. Visi ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.

Target Pendidikan

Menurut Abdul Mu’ti, sasaran akhir dari pendidikan adalah membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab. Hal ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan bermartabat di mata dunia.

Mendikdasmen juga memberikan apresiasi kepada lembaga mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah ikut berkontribusi dalam pembangunan ekosistem pendidikan di Indonesia. Dalam 18 bulan terakhir, Kemendikdasmen telah berhasil menata fondasi pendidikan bermutu yang terintegrasi, menggabungkan empat pusat pendidikan utama, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna mencetak generasi emas Indonesia yang memiliki kompetensi global namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa.

Source link