Holding Perkebunan Nusantara-Mutasikan TBM-3 ke TM-1 1.119 Hektare 2026

by -154 Views

PTPN IV Regional V telah memulai tahun 2026 dengan melaksanakan mutasi tanaman kelapa sawit dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)-3 menjadi Tanaman Menghasilkan (TM)-1 seluas 1.119 hektare. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan fondasi produksi serta indikator keberhasilan pengelolaan agronomis dari fase tanaman belum menghasilkan hingga memasuki fase produktif.

Sebagai bagian dari entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV Regional V terus mendorong pengelolaan perkebunan berbasis standar teknis dan tata kelola berkelanjutan. Areal yang dimutasi tersebar di beberapa unit kebun Regional V, termasuk di Kebun Gunung Meliau, Kebun Gunung Emas, Kebun Rimba Belian, Kebun Kembayan, Kebun Tabara, Kebun Tajati, Kebun Longkali, dan Kebun Danau Salak.

Mutasi TBM-3 ke TM-1 menandakan tanaman telah memenuhi standar agronomis untuk memasuki fase menghasilkan dan siap berkontribusi terhadap peningkatan volume produksi. Capaian ini mencerminkan konsistensi penerapan standar teknis budidaya, efektivitas pemeliharaan, serta disiplin pengawasan operasional di seluruh unit kerja.

Harry Sutriadi, Kepala Bagian Tanaman PTPN IV Regional V, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 realisasi mutasi menunjukkan progres signifikan. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas pengelolaan fase TBM melalui penerapan standar kultur teknis, ketepatan program pemeliharaan, serta konsistensi pengendalian pertumbuhan vegetatif menuju fase generatif produktif secara terukur.

Penetapan status TM-1 dilakukan melalui evaluasi indikator agronomis dan operasional kebun. Pemenuhan indikator tersebut menandakan tanaman telah memasuki fase generatif aktif dengan potensi produksi stabil sehingga areal dapat diklasifikasikan sebagai TM-1 dan dikelola dalam sistem operasional panen reguler.

Ihsan, Operation Head I PTPN IV Regional V, menegaskan bahwa mutasi TBM-3 ke TM-1 tidak hanya bersifat teknis agronomis, tetapi juga menjadi bagian strategi jangka panjang perusahaan. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi perencanaan tanam, pemeliharaan berbasis standar, serta pengendalian operasional yang disiplin. Fase TM-1 menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan produksi berkelanjutan dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan tata kelola perkebunan yang baik.

Keberhasilan mutasi seluas 1.119 hektare pada awal tahun ini juga menjadi indikator efektivitas program peremajaan dan pengembangan areal yang dijalankan perusahaan dalam menjaga kesinambungan usaha perkebunan jangka panjang.

Source link