Honda meninggalkan sirkuit Sepang dengan kesan positif setelah pramusim MotoGP 2026 dimulai. Shakedown menunjukkan kemajuan yang menarik pada RC213V, dan tes kolektif pertama musim dingin ini memberikan konfirmasi yang kuat terhadapnya. Namun, meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait posisi pabrikan Jepang ini di awal musim.
Dalam tes Malaysia, Joan Mir menjadi referensi utama HRC. Juara MotoGP 2020 ini berhasil mencatat waktu terbaik pada hari kedua, di tengah kondisi hujan. Selama uji coba ‘time attack’ dan simulasi balapan, di hari Kamis (5/2/2026), Mir menyelesaikan sesi dengan waktu terbaik kesembilan, hanya selisih satu detik dari Alex Marquez yang memimpin dominasi Ducati. Alberto Puig, manajer tim pabrikan Honda, pun memberikan pandangannya terkait performa motor setelah berakhirnya tes di Sepang. Maintan pembalap ini menyatakan bahwa RC213V telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek.
Dalam keterangan kepada DAZN, Mir juga mengaku melihat kemajuan yang signifikan dari pabrikan berbasis di Tokyo itu. Meskipun demikian, ia tidak memandang Ducati sebagai target langsung untuk bersaing, sambil memuji perbaikan detail-detail kecil yang membuat motor Honda semakin kompetitif. Pendapat yang sama diungkapkan oleh Dani Pedrosa, penguji KTM yang juga mantan pembalap Honda. Pedrosa melihat peningkatan yang signifikan dari Honda pada putaran cepat dan kecepatan puncak, menunjukkan adanya perubahan pada mesin yang menghasilkan dampak positif.
Kesimpulannya, Honda terus menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam uji coba pramusim MotoGP 2026, dengan tujuan utama untuk mencapai hasil yang konsisten dan bersaing di posisi enam atau tujuh teratas. Meskipun menetapkan target yang realistis, pabrikan Jepang ini tetap berusaha untuk mengembangkan motor RC213V agar semakin kompetitif di level kelas dunia.





