Pembalap Formula 1 merasakan sensasi pertama dengan mobil mereka untuk musim 2026 selama Shakedown di Barcelona minggu lalu. Lando Norris dari McLaren merasa waspada bahwa perubahan aturan baru dapat menyebabkan balapan yang lebih berantakan. Sebagai langkah untuk menciptakan balapan yang lebih ketat dan berkelanjutan, F1 telah menerapkan serangkaian aturan baru. Mobil-mobil tahun ini akan lebih kecil, lebih sempit, dan lebih ringan, sementara mesin akan menggunakan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga listrik dan mesin pembakaran.
Tidak hanya itu, aerodinamika aktif pada sayap depan dan belakang juga diterapkan untuk meningkatkan kecepatan lurus, dengan Mode Overtake baru memicu keluaran daya maksimum mesin untuk memberikan keunggulan kecepatan tertinggi. Meskipun uji coba di Barcelona tidak menyediakan kesempatan langsung bagi para pembalap untuk berkompetisi, mereka memberikan gambaran tentang dampak fitur-fitur baru ini di lintasan balapan.
Norris memperingatkan bahwa penggunaan fitur baru, seperti Mode Overtake atau Mode Boost, bisa menambah kekacauan pada akhir pekan balapan F1. Ini akan membuat manuver di bawah regulasi baru menjadi lebih menantang bagi pembalap, dengan kemungkinan adanya saling menyalip berkali-kali di lintasan. Dampak sebenarnya dari teknologi baru ini masih perlu dipantau, dan Norris meyakini tim akan menguji lebih banyak selama sesi uji coba di Bahrain sebelum putaran pertama di Australia dimulai pada 6 Maret mendatang.





