Audi bersiap untuk musim pertamanya sebagai pabrikan Formula 1 dengan mengalami transisi dari status tim pelanggan Ferrari menjadi entitas pabrikan penuh. Mattia Binotto, sebagai Kepala Operasional dan Kepala Teknis, membahas pentingnya instalasi fasilitas konferensi video permanen di kedua pabrik, Hinwil dan Neuberg, untuk memastikan komunikasi yang efektif antara kedua tim. Meskipun fasilitas Neuberg dianggap memadai, Binotto merasa bahwa Hinwil memerlukan perluasan dan pembaruan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan Audi.
Dalam sejarahnya, Hinwil dianggap sebagai salah satu fasilitas tercanggih di grid F1, namun dengan peningkatan jumlah tim dan perekrutan Audi, perluasan menjadi kebutuhan. Binotto mengungkapkan bahwa memaksakan simulator baru ke dalam fasilitas saat ini tidaklah masuk akal, sehingga diperlukan pembangunan gedung tambahan. Audi, bersama Binotto, berkomitmen untuk memperluas kapasitas produksi, memperluas ruang, dan membangun fasilitas yang lebih luas untuk mendukung kesuksesan Audi di F1.
Meskipun Audi memiliki rencana lima tahun untuk menjadi kompetitif, Binotto fokus pada pemastian mobil baru R26 dapat menyelesaikan balapan dan sistem powertrain yang dapat bersaing dengan pabrikan lain. Meskipun tantangan besar, Binotto percaya bahwa Audi memiliki potensi dan energi yang diperlukan untuk sukses di F1. Dengan keyakinan tersebut, Audi dan timnya terus berupaya membangun momen momentum yang diperlukan untuk meraih kejayaan di dunia balap.





