Yayasan Paseban Tanam Pohon dengan Pendekatan Berbasis Hati

by -405 Views

Perayaan ulang tahun pertama Yayasan Paseban berlangsung dengan semangat konservasi yang terasa kuat di salah satu ruangan Gedung Manggala Wanabakti. Momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia yayasan, tetapi juga peresmian kantor baru sebagai pusat aktivitas pelestarian alam.

Tokoh-tokoh pemerintahan turut hadir untuk menunjukkan dukungan mereka. Di antaranya adalah Staf Khusus Menteri Kehutanan Andi Saiful Haq dan Kepala BP2SDM Indra Exploitasia. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat pun sangat diperlukan, sebab visi Yayasan Paseban sejalan dengan kebijakan konservasi nasional.

Andy Utama selaku Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Paseban membagikan ringkasan hasil kerja yayasan selama setahun belakang. Ia menyoroti pencapaian penanaman 17.000 pohon lokal dan endemik di Jawa Barat, berkat dedikasi tim dan para ranger yang konsisten di lapangan.

Teknologi digital memainkan peranan besar dalam aktivitas konservasi yayasan. Seluruh pohon yang ditanam dilengkapi penanda khusus serta data digital, sehingga setiap pohon bisa dipantau melalui platform seperti Google Earth. Dengan demikian, proses pemeliharaan dan evaluasi pohon berjalan lebih terstruktur dan akurat. Andy menegaskan ikatan emosional dengan alam, karena menurutnya tiap pohon tumbuh dengan perhatian dan kasih sayang.

Selain fokus pada kehutanan, Yayasan Paseban juga menggagas penangkaran burung-burung lokal dan endemik. Tujuan utamanya adalah menjaga agar jenis burung yang tidak dimanfaatkan secara komersial tetap lestari. Setelah dirawat, burung-burung itu akan dikembalikan ke alam liar di kawasan Megamendung. Program ini dijalankan berdasarkan persetujuan resmi dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, menjadi bukti legalitas dan etika profesional dalam setiap aksi konservasi.

Pemerintah pun memberikan dorongan moral. Andi Saiful Haq membawa pesan dari Menteri Kehutanan tentang pentingnya melawan segala bentuk kerusakan alam yang ditimbulkan oleh manusia, mengutip kata-kata Pramoedya Ananta Toer bahwa tangan manusia pula yang seharusnya menjadi solusi dari penderitaan yang diciptakan.

Wiratno, mantan Dirjen KSDAE, menilai keberhasilan Yayasan Paseban sangat berharga. Kawasan Megamendung yang dikelola bersama Perhutani seluas 276 hektar termasuk zona penting di Cagar Biosfer Cibodas, dan keberhasilan mereka menanam 17.000 pohon melampaui target awal sebanyak 10.000 pohon. Prestasi ini merupakan warisan penting yang akan dinikmati generasi berikutnya sebagai bagian dari kebudayaan ekologis.

Perayaan ini membawa pesan bahwa pengelolaan konservasi harus disertai inovasi, ketulusan, dan cinta kepada lingkungan. Konservasi ialah perjalanan panjang yang membutuhkan semangat kolektif, bukan sekadar statistik, melainkan dedikasi penuh untuk menjaga keseimbangan kehidupan.

Sumber: Surga Konservasi Di Megamendung: Hutan Dan Burung Endemik Terjaga
Sumber: Megamendung Jadi Surga Konservasi: Pohon Dan Burung Endemik Dirawat Dengan Hati