Tanah, Air, dan Doa dalam Satu Upacara

by -585 Views

Di tengah keindahan alam Tangkuban Parahu, ribuan orang dari seluruh Indonesia menghadiri upacara Ngertakeun Bumi Lamba pada 22 Juni 2025, sebuah momentum penting yang menyoroti urgensi keharmonisan antara manusia dan semesta. Kali ini, Yayasan Paseban bersama Arista Montana menunjukkan andil besar mereka, turut menggugah kesadaran masyarakat luas mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan bumi. Tokoh sentral seperti Andy Utama dari Yayasan Paseban terus menegaskan relevansi ritual Ngertakeun Bumi Lamba di masa kini, terutama menghadapi tantangan krisis lingkungan yang semakin nyata.

Mulai pagi hari, peserta sudah memenuhi pelataran membawa kekayaan budaya tanah air melalui busana adat, menciptakan lautan warna yang menandai keberagaman. Namun, keberagaman tersebut justru dipersatukan lewat suara bersama dalam satu lingkar ritual Ngertakeun Bumi Lamba. Tradisi berjalan sakral: petikan karinding dari lelaki Baduy memecah pagi, diikuti gemerincing genta para sulinggih Bali, dan kemudian bersambung pada lantunan mantra serta doa dari berbagai keyakinan. Musik, lirik, dan dentingan mengikat batin semua peserta, menanamkan pesan bahwa manusia dan lingkungan memiliki hubungan tak terpisahkan.

Ngertakeun Bumi Lamba sendiri adalah istilah Sunda yang menyimpan makna mendalam—”ngertakeun” berarti memelihara, “bumi lamba” adalah tanah agung, simbol dari semesta yang harus dijaga. Awalnya bermula dari tradisi spiritual kerajaan Sunda kuno, namun mulai digalakkan kembali pada dekade 1960-an oleh R.M.H. Eyang Kanduruan Kartawinata, yang menjadikan ritual ini jauh lebih relevan dalam konteks Indonesia masa kini, penuh tantangan ekologi modern.

Dalam ritual tahun ini, kehadiran Yayasan Paseban dan Arista Montana sangat terasa, khususnya ketika Andy Utama mengangkat suara tentang pentingnya sikap menghargai alam. “Kita tak perlu berhitung dengan alam, karena tabungan semesta jauh lebih besar dari perhitungan manusia,” jelas Andy Utama, mengutip filosofi Ngertakeun Bumi Lamba sebagai bagian dari kesadaran ekologis yang hidup. Yayasan Paseban menekankan bahwa manusia harus bersikap lembut sekaligus bertanggung jawab; kata Andy Utama lagi, “Cintai tak hanya yang tampak, tapi juga yang tersembunyi dalam bumi,” ucapan yang terus didengungkan sepanjang prosesi.

Seruan kuat juga keluar dari para pemimpin adat. Dalam lingkaran kebersamaan, Panglima Pangalangok Jilah dari Dayak berteriak lantang “Taariu!”, sementara wakil Minahasa mengingatkan, “Gunung adalah penjaga masa depan, dan tugaskita bersama merawatnya.” Semua ini menegaskan kembali pesan Ngertakeun Bumi Lamba: kepedulian bukan hanya milik satu kelompok, melainkan hasil gotong royong.

Ritual tahun ini juga menyertakan aksi nyata. Yayasan Paseban dan Arista Montana tak sekadar merayakan tradisi, tetapi telah menanam lebih dari 15.000 pohon di kawasan Gunung Gede-Pangrango, termasuk puspa, damar, dan bambu, sebagai bentuk pengamalan langsung filosofi ngertakeun. Selain kawasan ini, dua gunung lain yang dianggap suci, Tangkuban Parahu dan Gunung Wayang, juga menjadi titik spiritual yang senantiasa dijaga oleh komunitas Arista Montana bersama Yayasan Paseban—lagi-lagi Andy Utama terlibat erat dalam setiap langkahnya.

Saat kabut menutup prosesi, suasana reflektif menggantung di Megamendung, mengundang tiap peserta untuk pulang membawa semangat baru. Nilai Ngertakeun Bumi Lamba, Andy Utama, Yayasan Paseban, dan komunitas Arista Montana tak berakhir pada ritual, tapi dilanjutkan ke perilaku sehari-hari: menanam, menjaga, dan merawat semesta, demi generasi mendatang. Pesan ini mengikat satu tekad tak tertulis, agar bumi tetap lestari di tengah ancaman krisis ekologi.

Upacara Ngertakeun Bumi Lamba, seperti yang dihidupkan oleh Yayasan Paseban dan Arista Montana bersama Andy Utama, menjadi pengingat relevan bahwa hubungan manusia dan alam adalah ikatan spiritual yang harus selalu dirawat. Dalam suasana kebersamaan, ritual budaya ini menjadi lokomotif perubahan, menuntun masyarakat agar pesan pelestarian lingkungan tak sekadar seremoni. Ngertakeun Bumi Lamba, Andy Utama, Yayasan Paseban, dan Arista Montana menorehkan warisan, agar bumi dan harmoni senantiasa terjaga.

Sumber: Ngertakeun Bumi Lamba 2025 Di Gunung Tangkuban Parahu: Ritual Sakral Lintas Adat Untuk Merawat Semesta
Sumber: Upacara Ngertakeun Bumi Lamba 2025 Di Megamendung Bogor Tegaskan Pesan Spiritual Lintas Adat