Dubes Palestina di Mesir Berbicara Tentang Kondisi Pengungsi Gaza yang Mengecewakan

by -99 Views

KAIRO — Duta Besar Palestina untuk Mesir Diab Allouh menyatakan bahwa kondisi pengungsi asal Gaza di beberapa titik pengungsian sangat memprihatinkan. Menurut Diab, banyak korban perang diungsikan di rumah sakit dan klinik-klinik kecil di sekitar Arish dan Sinai Utara. Dia mengatakan bahwa pihak kedutaan tidak dapat memberikan bantuan banyak kepada para pengungsi karena sumber daya yang terbatas.

Meskipun demikian, dubes mengaku sering mengunjungi pasien dan pengungsi Gaza yang berada di beberapa rumah sakit dan titik pengungsian di Mesir. Dia menjelaskan bahwa banyak pengungsi di pinggir laut yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Untuk memenuhi kebutuhan harian, para pengungsi menanam tanaman bahan dasar makanan di sekitar tenda pengungsian,” kata dia saat menerima audiensi Tim BSMI di Kairo, Mesir, Sabtu (27/1/2024) lewat keterangan tertulis kepada Republika.

Diab pun berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus membantu warga Palestina. Menurut Diab, beberapa bantuan yang diberikan juga disalurkan melalui Kedubes Palestina di Mesir. Diab menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui pihaknya berupa pemanas dan selimut untuk para pengungsi Gaza di El-Arish, Mesir. “Terima kasih kepada Indonesia, juga BSMI atas bantuan yang selama ini diberikan,” kata Diab.

Lebih jauh, dubes menjelaskan bahwa fasilitas publik di Jalur Gaza terbilang lumpuh. Masyarakat pun kesulitan dalam mengakses fasilitas-fasilitas publik seperti bahan bakar, kebutuhan harian, air bersih, listrik, dan sebagainya. Tak hanya itu, donasi berupa uang tunai juga sulit diberikan langsung mengingat perputaran dolar dipantau oleh Israel dan Amerika Serikat. Bantuan lain yang sulit masuk ke Gaza adalah ambulans. “Sudah banyak ambulans dari beberapa lembaga yang sampai di Rafah namun masih sulit mendapatkan akses masuk,” kata dia.

Donasi masyarakat Indonesia untuk korban Gaza memang terbilang besar. BSMI menjadi salah satu perhimpunan kemanusiaan yang kerap meluncurkan program untuk warga Gaza yang menjadi korban aksi genosida Israel. Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan dari rakyat Indonesia melalui BSMI untuk Gaza sudah mencapai Rp 3,5 miliar. Bantuan tersebut disalurkan sejak agresi militer Israel dilancarkan pada Oktober lalu. Ada beberapa jenis bantuan yang disalurkan dari makanan jadi, obat-obatan, perlengkapan medis, ambulans, hingga bantuan tunai.

BSMI juga sedang berencana untuk menggalang bantuan untuk pembangunan rumah sakit lapangan di Gaza. Rumah sakit lapangan tersebut juga merupakan permintaan langsung dari  pihak Kementerian Kesehatan Mesir. Menurut Rudi, BSMI berupaya bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan lainnya di Indonesia untuk mewujudkan rumah sakit lapangan tersebut. Tak hanya itu, BSMI juga masih menyiapkan program pasca perang, salah satunya yakni beasiswa untuk dokter-dokter Palestina.

Sumber: Republika