7 Manfaat Jagung untuk Pencernaan dan Kesehatan Mata

by -43 Views

Jagung bukan sekadar bahan pangan yang mudah diolah menjadi makanan sehari-hari. Biji-bijian ini juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mendukung sejumlah fungsi tubuh. Manfaatnya dapat diperoleh dari jagung yang dikonsumsi langsung maupun dari olahan seperti popcorn, tepung jagung, tortilla, dan minyak jagung.

Dikutip dari Healthline, jagung dikenal dengan nama ilmiah Zea mays dan termasuk biji-bijian yang dikonsumsi di berbagai negara. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah, kemudian dibudidayakan dalam beragam jenis dan warna, termasuk kuning, putih, merah, serta ungu. Jagung yang belum banyak mengalami pengolahan umumnya memiliki kandungan serat dan nutrisi lebih tinggi dibandingkan produk olahannya.

Serat jagung mendukung pencernaan dan kadar gula darah

Salah satu keunggulan jagung terletak pada kandungan serat tidak larutnya. Jenis serat ini tidak dicerna tubuh, tetapi membantu menambah volume feses sehingga proses pembuangan sisa pencernaan dapat berlangsung lebih lancar. Serat tersebut juga menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Kandungan serat pada jagung juga dapat memengaruhi cara tubuh menyerap gula. Serat membantu memperlambat proses pencernaan pati menjadi gula. Akibatnya, penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih bertahap dan dapat membantu mencegah kenaikan kadar gula darah secara cepat.

Jagung secara alami tidak mengandung gluten. Karena itu, bahan pangan ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang perlu menghindari gluten, termasuk mereka yang memiliki penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten.

Antioksidan jagung berperan bagi mata dan jantung

Jagung mengandung lutein dan zeaksantin, dua jenis antioksidan yang mendukung kesehatan mata. Selain itu, karotenoid di dalamnya dapat digunakan tubuh untuk membentuk vitamin A. Vitamin tersebut dibutuhkan untuk menjaga fungsi retina, kornea, dan bagian pelindung mata.

Karotenoid juga memiliki peran sebagai antioksidan yang membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Jagung mengandung kalium, mineral yang berperan dalam menjaga tekanan darah dan membantu mengatur irama jantung. Kombinasi kandungan tersebut membuat jagung dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Jenis jagung dengan warna lebih pekat juga mengandung antioksidan dalam jumlah tertentu. Jagung ungu, misalnya, mengandung quercetin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa ini dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Sebagai sumber biji-bijian utuh, jagung dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Konsumsi biji-bijian utuh dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, kanker kolorektal, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Source link