Keamanan Konsumsi Matcha bagi Ibu Menyusui
Matcha, minuman asal Jepang yang sedang populer, memiliki rasa khas, kandungan antioksidan tinggi, dan memberikan efek menyegarkan berkat kafeinnya. Namun, apakah aman bagi ibu menyusui? Pertanyaan ini sering muncul terkait kemungkinan dampak kafein pada bayi.
Kafein dari Matcha dalam ASI
Kafein dari matcha dapat masuk ke dalam ASI ibu menyusui. Meskipun begitu, jumlah kafein yang akhirnya dikonsumsi bayi melalui ASI biasanya tidak signifikan. Sebagian kecil kafein dari minuman berkafein akan berpindah ke ASI, dan berdasarkan penelitian, sekitar 1 hingga 1,5 persen kafein yang dikonsumsi ibu akan berakhir di ASI.
Jumlah matcha yang aman dikonsumsi
Sebuah cangkir matcha tradisional mengandung sekitar 68 miligram kafein, sementara setengah sendok teh matcha mengandung kurang dari 40 miligram kafein. Disarankan agar ibu menyusui membatasi konsumsi kafein hingga maksimal 300 miligram per hari, yang setara dengan satu hingga dua cangkir matcha.
Efek Kafein dari Matcha
Walaupun matcha dan kopi mengandung kafein, efeknya berbeda. Matcha mengandung L-theanine, yang dapat memperlambat penyerapan kafein dan memberikan energi yang lebih stabil dibanding kopi. Meski begitu, kandungan kafein dari matcha tetap harus dipertimbangkan dalam total konsumsi kafein harian.
Tanda Bayi Sensitif terhadap Kafein
Beberapa bayi bisa menunjukkan sensitivitas terhadap kafein, seperti rewel, sulit tidur, atau gelisah. Jika hal ini terjadi, mengurangi konsumsi matcha atau menghentikannya sementara bisa menjadi langkah yang tepat. Perlu diingat bahwa tanda-tanda tersebut juga bisa disebabkan oleh faktor lain, sehingga pengamatan lebih lanjut diperlukan.
Asalkan tidak berlebihan dan dalam jumlah yang wajar, matcha tetap bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui. Penting untuk tetap konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi jika masih ragu terkait konsumsi kafein selama masa menyusui.





