Kisah Menarik Finish Aneh Balap NASCAR di Iowa Speedway
Pada 6 Agustus 2011, trek Iowa Speedway menjadi saksi salah satu finish paling liar dan aneh dalam sejarah NASCAR. Dalam perlombaan U.S. Cellular 250 yang dilangsungkan oleh NASCAR O’Reilly Auto Parts Series, mobil-mobil tim Roush mendominasi perlombaan, dengan Carl Edwards dan rekan setimnya, Ricky Stenhouse Jr., memimpin 134 dari 250 putaran.
Duel Panas Antara Para Tim
Ketegangan mulai terasa di antara kedua rekan setim tersebut, bahkan membuat keduanya saling bersenggolan saat bertarung berdampingan menjelang akhir perlombaan. Pada saat itu, keduanya bersaing untuk merebut posisi ketiga. Ketika sesi caution dilakukan, keduanya memiliki kesempatan untuk fokus kembali pada garis finis.
Pada restart berikutnya, keduanya melanjutkan pertarungan mereka secara berdampingan tepat di belakang pemimpin balapan, Elliott Sadler. Hingga pada 22 putaran terakhir, Sadler tergelincir, membuat Stenhouse menyamai posisinya. Edwards kemudian juga memanfaatkan momen tersebut, menyusup di bawah Stenhouse sehingga ketiganya sama-sama beradu untuk memperebutkan posisi terdepan.
Namun, momen dramatis baru terjadi menjelang garis finish. Meskipun Stenhouse unggul hingga hampir satu detik saat bendera finish berkibar, nasib berkata lain. Mesin mobil Stenhouse tiba-tiba meledak di tikungan terakhir, menyemprotkan cairan dan asap dimana-mana. Edwards yang berusaha menjaga kendali selain harus bergulat di jalur berminyak, juga diselimuti kabut asap.
Hanya dalam detik-detik terakhir, Edwards menabrak bagian belakang mobil Stenhouse, mengangkat bagian belakangnya dan memberinya momentum yang diperlukan untuk menyeberang garis finish. Kedua mobil Roush yang rusak akhirnya bersilangan di garis finish sambil penonton bersorak gembira.
Kemenangan Dramatis di Iowa Speedway
“Saya pikir, tidak masalah, saya akan mengelilinginya,” ujar Edwards setelah perlombaan. “Dan kemudian dia mulai sedikit berbelok dan saat saya mencoba belok lebih banyak, ban depan mobil justru tergelincir. Saya berharap ketika saya mendekatinya, dia akan menjauh. Itu satu-satunya harapan saya untuk memenangkan balapan, tapi saya rasa tak seorang pun pernah menyelesaikan perlombaan 1-2 dengan dua mobil balap yang rusak seperti itu.”
Sementara Stenhouse, menekankan pada pertarungan tegang yang mengawali momen dramatis tersebut, dengan mengatakan bahwa dia agresif di akhir balapan karena ingin meraih kemenangan. Keputusan Stenhouse untuk tidak mundur memberikan hasil yang luar biasa, dengan margin kemenangan resmi hanya 0,066 detik.
Sehingga, kisah finish yang tak terlupakan ini menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah NASCAR yang patut dikenang.





