Berita Formula 1 terbaru menyoroti perjalanan George Russell yang penuh liku-liku di musim 2026. Mantan pembalap F1, David Coulthard, menyebut bahwa musim yang dijalani pembalap Mercedes ini telah menjadi latihan membangun karakter yang tak terbayangkan di film Rocky.
George Russell: Musim yang Penuh Tantangan
Russell sukses memenangkan Grand Prix Australia dan balapan sprint China, namun musimnya berubah drastis setelahnya. Saat F1 memasuki masa libur Agustus, pebalap asal Inggris ini tertinggal 59 poin dari rekan setim remajanya, Kimi Antonelli, yang memimpin klasemen pembalap.
Mengutip podcast Up To Speed, Coulthard mengulas paruh pertama musim Russell. Sejak kemenangannya di Melbourne, pebalap berusia 28 tahun ini kerap dihantam masalah teknis di China, safety car yang datang di saat yang kurang tepat di Jepang, sejumlah penalti di Monaco, kegagalan mesin saat memimpin di Kanada, dan masalah unit tenaga di Belgia.
Yang paling baru, masalah anti-stall saat start di Hungaria mengeliminasinya dari persaingan sebelum tikungan pertama. Coulthard mengekspresikan keheranannya, “Semuanya buruk. Seberapa sialnya seseorang bisa alami?”
George Russell: Masa-masa yang Penuh Tantangan
“Di satu sisi, sial tersebut merupakan sesuatu yang harus diatasi tim. Di sisi lain, George kini tidak sedang berada di puncak kesuksesan. Ini seperti saat Anda melihat seorang pemain tenis: mereka mendapat bola tinggi yang seharusnya mudah untuk dimainkan, namun malah memasukkannya ke net karena mulai terlalu memikirkannya.” kata Coulthard.
“George berada dalam fase musim di mana Kimi mengemudi secara naluriah dan memiliki reliabilitas yang baik, kecuali Barcelona, sedangkan George terus menerima pukulan dan sedikit lebih tua.
Pengalaman adalah hal yang baik, namun keuntungan dari pemuda adalah tidak tahu apa yang tidak Anda ketahui. Sementara kerugian dari pengalaman adalah Anda tahu tantangan, kesulitan, dan momen itu serta hal-hal positif yang ada.” tambahnya.
“Seperti yang kita ketahui dari Max Verstappen tahun lalu, masih mungkin untuk bangkit dari defisit poin tersebut. Namun, bahkan Sylvester Stallone tidak akan menulis film Rocky dengan jenis comeback seperti itu dari semua pukulan yang dia terima. Jadi ini akan menjadi tahun membangun karakter bagi George.” tutup Coulthard.





