DPRD Pangandaran Dorong 3% APBD Darurat Sampah Wisata

by -115 Views

Rencana Pengelolaan Sampah Pangandaran: Tantangan dan Solusi

Permasalahan sampah di destinasi pariwisata selalu menjadi fokus utama yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait. Di Pangandaran, Ketua DPRD setempat, Asep Noordin, telah mengusulkan langkah-langkah penting untuk mengatasi masalah sampah di kawasan pariwisata tersebut.

Solusi Terpadu dan Pengelolaan Sampah

Asep Noordin menekankan perlunya percepatan implementasi Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) dan pengadaan kapal pembersih laut di Pangandaran. Beliau menyadari bahwa sampah di Pangandaran tidak hanya berasal dari dalam wilayahnya, tetapi juga mempengaruhi kebersihan laut dan menarik pariwisata. Pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi sumber pendapatan baru, seperti yang telah terbukti di Banyumas, di mana sampah diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Usulan alokasi anggaran sebesar 3 persen dari APBD untuk pengelolaan sampah juga menarik perhatian, menyusul instruksi presiden. Pemerintah Kabupaten Pangandaran didesak untuk memperkuat infrastruktur kelembagaan dan upaya mitigasi penanganan sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga diminta untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap seluruh proses pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Proyeksi Pengolahan Sampah dan Mesin Pembersih Pantai

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, Kabupaten Pangandaran telah merencanakan tiga tempat pemrosesan akhir (TPA) di beberapa lokasi strategis. Asep menegaskan bahwa TPA harus menjalani proses pengolahan khusus dan tidak boleh menerima sampah medis. Selain itu, untuk menjaga kebersihan pantai, DPRD mendorong pengadaan Beach Clean Machine guna meningkatkan efisiensi dalam proses pembersihan pantai.

Dengan kerjasama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masalah sampah di Pangandaran dapat terselesaikan dengan baik. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan keindahan alam, tetapi juga akan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Pangandaran.

Source link