Nico Rosberg Menjelaskan Perubahan Mental Besar di Balik Bentrokan dengan Lewis Hamilton 2016

by -62 Views

Keputusan Nico Rosberg untuk tidak lagi menyerah kepada Lewis Hamilton saat memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 2016 ternyata ada di balik keputusan psikologis yang disadari secara sadar. Berbeda dengan sifat alaminya yang terlalu baik di lintasan, Rosberg akhirnya memilih untuk menjadi lebih tegas.

Sifat Asli vs Kepentingan di Lintasan

Pada saat itu, perjuangan merebut gelar antara kedua pembalap tim Mercedes itu diketahui sangat ketat dan menjadi salah satu rivalitas terpanas dalam sejarah kejuaraan. Rosberg mengaku bahwa dirinya harus berhenti menjadi diri yang sebenarnya. “Nico Rosberg asli terlalu baik. Saya harus mendorong diri dan menjadi lebih keras, meskipun itu tidak terasa alami bagi saya.”

Membandingkan dengan Lando Norris

Rosberg kemudian memberikan contoh mengenai perangnya Lando Norris dari McLaren dengan Max Verstappen dari Red Bull. “Lando, pada umumnya, orang akan mengatakan dia terlalu baik. Dalam pertarungan roda-ke-roda, dia selalu kalah melawan Max. Dalam setiap pertarungan roda-ke-roda melawan Max, ia kalah. Apa yang harus dilakukan Lando adalah bertahan sekaligus menyebabkan tabrakan.”

“Dan itu akan mengirim pesan kepada Max. ‘Oh, dia sedang berubah, dia semakin liar. Mungkin saya perlu sedikit tenang pada pertemuan berikutnya dengan dia karena jika tidak kita akan bertabrakan.’ Dan Anda harus melakukannya.”

Pengalaman Rosberg di Musim 2016

Menjelang kemenangan gelar juara dunia pada tahun 2016, Rosberg berbagi pengalamannya saat berhadapan dengan Hamilton. “Kita bertabrakan. Dan itu adalah keputusan sadarku untuk menjadi lebih tegas. Aku harus tidak lagi menyerah seperti sebelumnya dan harus mendorong diriku lebih keras.”

“Hal tersebut juga merupakan bagian dari visualisasiku saat bermeditasi. Saya bekerja sangat keras untuk itu, menggambarkan diriku tidak menyerah dan menjadi tegas dalam posisiku. Itulah bagian kuat dari visualisasi saya dan bahkan saya meditasi dengan posisi tubuh yang kuat.”

“Anda bermeditasi dengan posisi kekuatan, dan semua detail ini sangat membantu, dan kemudian di tengah-tengah momen, persiapan itu membantu untuk bertahan pada posisimu dan tidak menyerah dan sayangnya, itu beberapa kali berujung pada kecelakaan.”

Rosberg akhirnya keluar sebagai juara dunia pada musim 2016 dengan selisih lima poin dari rekan setimnya dan pensiun pada akhir tahun yang sama.

Source link