Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Dekati Rp 18.000

by -108 Views

Rupiah Terpinggirkan oleh Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah semakin terpuruk menghadapi keunggulan dolar Amerika Serikat (AS) menjelang penutupan perdagangan hari Jumat (29/5/2026). Meski sempat menunjukkan kekuatan di awal, mata uang Indonesia ini akhirnya mengalami tekanan yang signifikan.

Pelemahan Rupiah di Pasar Global

Berdasarkan data dari Bloomberg, dolar AS berhasil menembus level Rp 17.902 pada pukul 14.11 WIB, melonjak dari posisi pembukaan pagi di Rp 17.820. Hal ini menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan bagi rupiah sepanjang tahun 2026 yang sudah melemah sebanyak 7,33%.

Berdasarkan proyeksi pasar dari Bloomberg, rupiah diperkirakan akan bergerak di rentang Rp 17.813 hingga Rp 17.904 menjelang penutupan. Namun, tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga terpantau melemah terhadap dolar Singapura yang mencapai Rp 14.010.

Peringatan dari Pengamat Keuangan

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat mata uang dan komoditas, menyatakan bahwa pelemahan rupiah ini disebabkan oleh masalah struktural ekonomi Indonesia yang masih sangat tergantung pada impor energi. Dengan defisit neraca transaksi berjalan yang tinggi, rupiah rentan terhadap tekanan eksternal.

Ibrahim juga memperingatkan bahwa tren pelemahan ini masih berpotensi berlanjut. Jika sentimen negatif terus mengguncang pasar keuangan, ada kemungkinan rupiah akan terus melemah dan bahkan mencapai level baru yang lebih rendah.

“Jika rupiah tembus Rp 18.000, kemungkinan besar akan terus melemah hingga Rp 18.200,” ujar Ibrahim.

Source link