LRT Jabodebek menetapkan keharusan bagi semua pekerja untuk menjalani medical check-up menyeluruh sebagai tindakan pencegahan. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik, EKG, rontgen paru-paru, dan kesehatan mental untuk mengurangi risiko operasional dan memastikan layanan tetap aman serta dapat diandalkan.
Dalam situasi di mana mobilitas masyarakat semakin tinggi, LRT Jabodebek memperkuat sistem keselamatan operasional dengan memastikan bahwa semua pekerja berada dalam kondisi kesehatan yang optimal. Semua pekerja Divisi LRT Jabodebek diharuskan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko selama operasional perjalanan.
Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, termasuk tes darah, pemeriksaan jantung (EKG), visus mata, rontgen paru-paru, tes urine, dan penilaian kesehatan mental. Semua pekerja diwajibkan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan tersebut guna memastikan bahwa mereka siap secara fisik dan mental untuk melaksanakan tugas operasional yang berisiko tinggi.
Radhitya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, menegaskan bahwa faktor manusia merupakan salah satu aspek paling penting dalam sistem keselamatan transportasi modern. Dia menyatakan bahwa kesiapan sumber daya manusia merupakan faktor kritis dalam operasional transportasi publik dan bahwa setiap petugas harus dalam kondisi fisik dan mental yang sehat sebelum bertugas.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko operasional yang terukur, terutama untuk mencegah gangguan layanan yang disebabkan oleh isu kesehatan sumber daya manusia. Dengan memastikan bahwa semua petugas dalam kondisi prima, KAI dapat menjaga agar operasional LRT Jabodebek tetap aman, andal, dan konsisten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kebijakan ini, LRT Jabodebek menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, baik dari segi teknologi, infrastruktur, maupun kesehatan sumber daya manusianya.





