Di tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026, saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS mengalami penguatan yang menonjol. Analis pasar modal, Dr. Riska Afriani, mengungkapkan bahwa investor cenderung memilih saham-saham yang menarik dan memiliki kinerja yang baik dalam situasi seperti ini. Dalam kondisi di mana mayoritas sektor industri mengalami penurunan, saham KRAS justru berhasil mempertahankan kenaikan nilainya.
Dr. Riska menekankan bahwa penguatan saham KRAS menarik perhatian karena pelemahan IHSG pada saat itu dipengaruhi oleh faktor global yang beragam. Namun, KRAS mampu menunjukkan dinamika pergerakan yang berbeda, menarik minat beli investor ditengah penurunan sektor industri secara keseluruhan. Hal ini juga disokong oleh kinerja positif KRAS, dengan laba yang meningkat secara signifikan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan analisis Dr. Riska, pergerakan saham KRAS menunjukkan fase akumulasi awal, di mana keberlangsungan pertumbuhan perusahaan diyakini oleh investor. Transformasi dan restrukturasi perusahaan dengan strategi “KS Reborn” menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat investor terhadap saham KRAS. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyebutkan bahwa perusahaan telah berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan dengan capaian laba bersih yang signifikan.
Tidak hanya itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Daniel Fitzgerald Liman, menyoroti kinerja historis KRAS yang positif dengan peningkatan harga saham yang menggembirakan. Selain laba bersih yang mencapai triliunan rupiah, Krakatau Steel juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan penjualan yang signifikan pada tahun sebelumnya, mencerminkan performa keuangan yang kokoh.
Kondisi finansial yang positif, kontribusi kinerja operasional, serta transformasi perusahaan yang sukses membuat saham KRAS menjadi pilihan menarik bagi investor di tengah tekanan pasar yang terjadi. Kesuksesan perusahaan dalam mengubah kinerja keuangan menjadi lebih baik, terutama pada tahun 2025, menunjukkan bahwa Krakatau Steel mampu bergerak maju dengan posisi yang lebih kuat dalam industri baja nasional.





