Pasar logam mulia saat ini sedang mengalami fluktuasi yang signifikan, terutama terkait dengan harga emas dan perak. Investasi dalam aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) semakin diminati oleh para investor. Hal ini diperkuat oleh lonjakan harga emas Antam yang mencapai Rp2.902.000 per gram pada awal April 2026, menunjukkan pertumbuhan sebesar 13% sejak awal tahun itu.
Investasi dalam aset kripto seperti $XAUT dan $SLVON memungkinkan investor untuk melakukan transaksi dengan likuiditas tinggi dan melindungi nilai kekayaan dari inflasi melalui teknologi blockchain. Platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) seperti Bittime memungkinkan investor untuk langsung berdagang menggunakan mata uang Rupiah (IDR) dan menghadirkan program promosi eksklusif untuk pengguna yang ingin diversifikasi aset digital.
Bittime juga menawarkan fitur flexible staking dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 10% bagi pengguna baru. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa investasi dalam aset kripto memiliki risiko tinggi dan pengguna disarankan untuk melakukan riset mandiri serta berkonsultasi dengan komunitas terpercaya sebelum melakukan investasi. Press Release ini tersedia juga di VRITIMES.





