Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungannya terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto tentang efisiensi anggaran negara, termasuk pemotongan gaji pejabat negara seperti menteri dan anggota DPR. Meskipun Sahroni mendukung upaya penghematan, dia menekankan pentingnya untuk mengkaji kebijakan tersebut secara mendalam sebelum diterapkan, khususnya terkait gaji pejabat negara.
Menurut Sahroni, dalam kondisi keuangan global yang tidak menentu, Presiden harus mencari solusi untuk tetap mensejahterakan rakyat. Penghematan belanja negara merupakan salah satu opsi yang tersedia, namun setiap pos anggaran yang akan dipotong harus dianalisis secara menyeluruh untuk memahami dampak langsung maupun efek turunannya. Khususnya terkait pemotongan gaji, Sahroni menekankan perlunya diskusi yang matang.
Sahroni juga memberi peringatan bahwa kebijakan efisiensi yang tidak direncanakan dengan hati-hati dapat memiliki dampak negatif. Pemotongan gaji pejabat negara berpotensi menimbulkan efek lanjutan jika tidak melalui kajian yang matang. Meskipun memberikan catatan, Fraksi NasDem tetap mendukung langkah-langkah pemerintah selama kebijakan tersebut benar-benar bertujuan untuk kepentingan rakyat.
Presiden Prabowo menyoroti kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan pemerintah Pakistan sebagai contoh yang layak dipertimbangkan Indonesia, terutama di tengah gejolak global yang memicu kenaikan harga energi. Dalam rapat Kabinet Paripurna, pemerintah membahas langkah mitigasi menghadapi dampak konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi dunia. Prabowo menyoroti bahwa dana hasil penghematan di Pakistan dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.





