Valtteri Bottas, pembalap Cadillac Formula 1, akan turun lima tempat di Grand Prix Australia karena sanksi yang masih berlaku. Ini terjadi 15 bulan yang lalu ketika Bottas dari Sauber menabrak Sergio Perez dari Red Bull dan kemudian menabrak Kevin Magnussen dari Haas, yang mengakibatkan kerusakan mobil dan pensiun dari balapan. Akibatnya, Bottas mendapat sanksi turun lima tempat grid untuk balapan berikutnya. Meskipun sudah tidak menjadi pembalap penuh waktu di 2025 setelah kehilangan kursi di Sauber dan posisi cadangan di Mercedes tidak memberikan peluang balapan, Bottas akan menerima sanksi ini di Grand Prix Australia 2026 saat tim Cadillac membuat debutnya di F1. Peraturan olahraga sudah diubah, memungkinkan manajer untuk memberikan sanksi turun grid pada balapan berikutnya dalam periode dua belas bulan, namun tidak berlaku secara retrospektif. Meski demikian, ini tidak akan terlalu berdampak pada balapan Bottas bersama tim Cadillac. Di sisi lain, Oliver Bearman dari Haas F1 Team memiliki risiko mendapat hukuman jatah balapan setelah mendapatkan 10 poin sanksi pada lisensinya di sepanjang musim. Bearman perlu menjaga ketertiban dan kedisiplinannya untuk menghindari hukuman balapan sebelum Grand Prix Kanada di musim 2026. Jika Bearman terkena hukuman jatah balapan, kemungkinan besar dia akan digantikan oleh salah satu pembalap cadangan tim Haas, Jack Doohan atau Ryo Hirakawa. Kaum muda pembalap lainnya yang memiliki poin sanksi pada lisensi mereka adalah Liam Lawson dan Lance Stroll, masing-masing dengan enam poin.
Understanding Valtteri Bottas’ Grid Penalty at 2026 Australian GP





