Florian Weidinger, Chief Investment Officer Santa Lucia Asset Management, memperkirakan dampak hari Senin akan lebih besar daripada situasi di Venezuela. Prediksinya adalah harga minyak akan naik drastis dalam waktu singkat jika gangguan produksi minyak terjadi di Venezuela. Iran diidentifikasi sebagai titik fokus distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, dengan sekitar 13 juta barel minyak mentah lewat selat setiap hari. Kenneth Goh dari UOB Kay Hian Singapura menyoroti Venezuela tentang produksi dan Iran tentang titik hambatan distribusi.
Memori kolektif pasar akan serangan Israel terhadap situs nuklir Iran membuat ketegangan ekstrem di pasar. Investasi emas dan Dolar AS dipilih investor untuk melindungi aset di tengah ketidakpastian. Alicia GarcĂa-Herrero dari Natixis memperkirakan hari Senin akan menegangkan bagi bursa saham global, dengan ekuitas global diperkirakan turun 1% hingga 2%, harga minyak melonjak 5% hingga 10%, dan surat utang AS imbal hasilnya turun 5 hingga 10 basis poin.
Alicia mengingatkan pasar untuk tidak mengambil risiko berlebihan dan menunggu reaksi dari Teheran. Pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka diakui, dengan harapan agar tidak menjadi pemicu potensial krisis yang dipicu oleh Iran.





