Uji coba serius pertama bagi Red Bull Ford Powertrains dilakukan setelah sesi syuting sebelumnya dari Racing Bulls di Imola berjalan relatif lancar. Liam Lawson memicu bendera merah sebelum jeda makan siang, namun tetap berhasil mencatatkan 88 lap dengan mobil Racing Bulls. Max Verstappen belum terlihat di balik kemudi pada Senin (26/1/2026), tetapi rekan setimnya Isack Hadjar berhasil menyelesaikan 107 lap di Circuit de Barcelona-Catalunya. Dengan waktu 1:18,159, pembalap Prancis yang baru promosi itu menjadi yang tercepat, meskipun waktu lap tidak terlalu penting pada fase ini.
Keandalan DM01, yang didedikasikan untuk Dietrich Mateschitz, menjadi prioritas utama dalam uji coba ini. Dalam hal ini, kedua tim Red Bull relatif puas. Racing Bulls juga merasa cukup baik, meskipun terdapat ketidaknyamanan bagi Lawson. Lawson sendiri merasa optimistis setelah mengemudikan mobil Racing Bulls untuk pertama kalinya.
Pimpinan Ford, Mark Rushbrook, menekankan pentingnya driveability saat ini, yaitu bagaimana mesin terasa bagi pembalap. Lawson memiliki pandangan positif terhadap mesin yang berjalan dengan baik meskipun sulit untuk mengetahui posisi mereka dibandingkan dengan tim lain. Fokus pada keandalan sangat ditekankan oleh sebagian besar tim selama minggu uji coba pertama ini.
Mattia Spini, kepala insinyur balap Racing Bulls, berbicara positif tentang mesin yang mereka gunakan. Meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dikerjakan, Spini merasa bahwa kerja sama baik antara Red Bull Powertrains dan tim insinyur mereka. Mereka berharap bisa terus menyempurnakan mesin untuk balapan pertama. Lawson mengalami masalah teknis kecil selama uji coba, tetapi tim segera menanganinya dan mulai berjalan dengan lancar lagi.
Kedua tim, Red Bull Racing dan Racing Bulls, masih memiliki dua hari tersisa untuk beraksi di Barcelona sebelum pindah ke Bahrain. Tujuan utama kedua tim saat ini adalah memastikan keandalan mobil mereka, sementara evaluasi performa akan lebih diutamakan di Bahrain.





