Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pembangunan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian. Progres fisik pembangunan huntara di lokasi tersebut telah mencapai 75 persen dengan target selesai pada 10 Januari 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan keseriusan Kementerian dalam mendukung penanganan pasca bencana yang dikoordinasikan oleh BNPB. Tujuan percepatan pembangunan ini adalah agar warga terdampak segera mendapatkan hunian yang layak. Huntara ini tidak hanya menawarkan tempat tinggal, namun juga dilengkapi dengan sarana air bersih, sanitasi, dan fasilitas penunjang lainnya.
Huntara di Gampong Bundar, Aceh Tamiang, terdiri dari 7 blok bangunan modular yang dapat menampung 12 KK atau 48 jiwa per blok. Dari total 7 blok, salah satunya masih difungsikan sebagai area penyimpanan material untuk mendukung penyelesaian pekerjaan. Kementerian PU menggunakan teknologi bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan untuk memastikan kekuatan, kecepatan pembangunan, dan kenyamanan penghuni.
Dengan adanya huntara ini, diharapkan warga dapat menjalani masa pemulihan pascabencana dengan lebih baik. Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” untuk menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto. Kementerian PU tetap berkomitmen untuk terus mendukung penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.





