Helmut Marko akan mengakhiri masa jabatannya sebagai penasihat utama Red Bull di Formula 1 setelah Grand Prix Abu Dhabi. Setelah pembicaraan dengan manajemen Red Bull, konfirmasi resmi diberikan pada hari Selasa. Meskipun masih memiliki kontrak hingga 2026, Marko memutuskan untuk pensiun, yang merupakan langkah yang dinilai mencerminkan perubahan dalam pengaturan operasional dan kepemimpinan tim yang telah diambil alih oleh perusahaan induk Austria.
Peran Marko dalam program pelatihan pengemudi Red Bull selalu krusial, tetapi beberapa keputusan terbaru di sektor ini, seperti pembalap Alex Dunne memutuskan kerja samanya dengan McLaren, memunculkan pertanyaan tentang arah yang diambil dalam rekruitmen pengemudi. Beberapa keputusan kontroversial yang dibuat Marko, termasuk komentarnya yang kontroversial di media, menunjukkan kompleksitas karakternya yang tidak selalu disambut hangat oleh semua pihak dalam tim.
Kepergian Marko juga menciptakan spekulasi tentang masa depan Max Verstappen di Red Bull, seorang pembalap yang telah diakselerasi debutnya di F1 oleh Marko. Meskipun adanya jaminan komitmen penuh dari pihak Austria dan Thailand terhadap Verstappen, hasil dan performa yang dihasilkan pada musim-musim mendatang juga akan memengaruhi pertimbangan pembalap Belanda itu. Dalam situasi yang berubah dan dengan regulasi F1 yang baru, masa depan Verstappen masih menjadi tanda tanya yang perlu dipecahkan. Meski demikian, warisan Marko di Red Bull akan selalu dikenang melalui prestasi dan kesuksesan yang telah dicapai sepanjang karirnya.





