Keterbatasan tenaga teknis bersertifikat di sektor Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, melakukan kunjungan ke PT Batam Aero Technic (BAT). Menurut Bambang, perkembangan armada penerbangan Indonesia membutuhkan dukungan tenaga teknis yang memadai, namun ketersediaan teknisi bersertifikasi masih jauh dari kebutuhan industri. Hal ini mengakibatkan gangguan dalam layanan, kapasitas hanggar, dan efisiensi perawatan pesawat dalam negeri.
Kondisi ini terus memburuk seiring dengan pertumbuhan jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia. Bambang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan dan maintenance pesawat. Program pelatihan khusus, kurikulum terstandardisasi, dan kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri dianggap sebagai langkah penting untuk menutup kekurangan dalam hal tenaga ahli.
Komisi VII berkomitmen untuk mendukung kebijakan penguatan SDM pada industri MRO dan berteknologi tinggi secara keseluruhan. Hal ini dianggap penting guna meningkatkan daya saing Indonesia secara global serta mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing dalam sektor tersebut.
Kunjungan Komisi VII ke BAT merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa industri MRO di Indonesia mendapat dukungan penuh dari segi regulasi, infrastruktur, dan ketersediaan tenaga kerja terampil yang berkelanjutan. Diperlukan perhatian serius dari pemerintah, terutama Kementerian Perindustrian, untuk memastikan bahwa kebutuhan akan tenaga teknis yang berkualitas terpenuhi dengan baik.





