Pada Kompetisi Hukum Bisnis ke-15 – Piala Hafni Sjahruddin 2025, Bintang Hidayanto, pendiri dan CEO Gani.ai, memaparkan bagaimana teknologi AI terdepan sedang merevolusi praktik hukum. Ia mendorong para mahasiswa untuk mengadopsi teknologi sebagai sekutu strategis, memberdayakan mereka untuk menjadi “pengacara masa depan” yang menggabungkan wawasan manusia dengan alat AI untuk dampak yang lebih besar. Dalam kesempatan tersebut, Bintang Hidayanto, co-founder dan CEO platform teknologi hukum inovatif Gani.AI, menunjukkan kekuatan transformatif kecerdasan buatan (AI) dalam praktik hukum. Sebagai seorang pengacara korporasi dan komersial berpengalaman, Bintang menekankan pentingnya menggabungkan kecerdasan berbasis pengetahuan dengan wawasan strategis para profesional hukum. Ia membagikan visi Gani.AI untuk mendefinisikan ulang inovasi hukum di kawasan Asia-Pasifik (APAC), Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), serta wilayah lain dengan menggabungkan keahlian hukum yang mendalam dengan kecerdasan buatan (AI) terdepan. Pengguna dan para peserta acara dapat mengetahui lebih lanjut tentang GANI.AI, mesin AI untuk pengetahuan hukum, pajak, kepatuhan, dan perusahaan, yang telah berhasil mendapatkan lebih dari 3.000 pengguna sejak peluncurannya pada Maret 2025. Berbagai sektor, termasuk pendidikan hukum dan layanan hukum, mengakui peran kritis teknologi dalam membentuk masa depan hukum. Artinya, teknologi AI bukanlah pengganti, tetapi lebih sebagai alat yang membantu meningkatkan efisiensi dan dampak praktik hukum serta mempersiapkan generasi masa depan untuk menghadapi tantangan inovasi.
Mahasiswa Diajak Manfaatkan Teknologi Secara Strategis oleh Pendiri Gani.ai





