Kurang Minum Air Meningkatkan Hormon Stres: Penjelasan dan Tips

by -395 Views

Orang yang tidak meminum cukup air ternyata memiliki respons hormon stres yang lebih besar, menurut sebuah penelitian baru-baru ini. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Liverpool John Moore University menemukan bahwa mereka yang minum kurang dari jumlah cairan yang disarankan per hari melepaskan kortisol, yang merupakan hormon stres, dalam jumlah lebih besar. Hal ini berlaku meskipun orang yang kurang minum tersebut tidak merasakan kehausan yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang meminum lebih banyak air.

Penelitian tersebut mencatat bahwa orang yang mengonsumsi kurang dari 1,5 liter cairan per hari diketahui memiliki kadar kortisol 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi cairan sesuai anjuran. Kortisol adalah hormon stres utama dalam tubuh dan reaksi yang berlebihan terhadap stres dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan depresi. Para peneliti membagi partisipan menjadi dua kelompok berdasarkan asupan cairan harian dan melakukan uji stres dengan hasil menunjukkan bahwa respons kortisol lebih besar pada mereka yang minum air lebih sedikit.

Meskipun kedua kelompok merasakan kecemasan dan peningkatan detak jantung selama uji stres, orang yang kurang terhidrasi memiliki respons kortisol yang lebih besar. Anjuran konsumsi harian air sekitar 2 liter untuk wanita dan 2,5 liter untuk pria memiliki relevansi penting dalam mengatasi stres dengan lebih efektif. Kebiasaan menyimpan sebotol air dapat bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang, terutama dalam situasi padat, tenggat waktu dekat, atau saat akan berpidato. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung temuan ini.

Source link