Ubud, Bali akan menjadi tuan rumah ARMA Fest 2025 pada akhir September dengan tema “Preserving Culture”. Museum ARMA akan membuka festival seni ini selama dua hari, dengan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan tari, konser gamelan, pameran lukisan, dan workshop interaktif. Festival ini diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya Bali.
Para pengunjung, baik wisatawan maupun masyarakat lokal, dapat menikmati festival ini dengan harga tiket yang terjangkau. Dengan kebijakan inklusif ini, festival seni memperkuat identitas Ubud sebagai pusat seni yang hidup dan autentik. ARMA Fest juga memberikan panggung bagi seniman lokal dan muda untuk bersinar sekaligus memberdayakan UMKM lokal dalam bazar kuliner dan kerajinan.
Dengan kembalinya ARMA Fest sebagai agenda tahunan, festival ini diharapkan dapat terus merayakan dan melestarikan kekayaan budaya Bali. Menurut Agung Rai, pendiri ARMA, seni bukan hanya untuk dinikmati tetapi juga untuk dijaga dan diwariskan. Dengan semangat ini, festival seni ARMA Fest 2025 menjadi panggilan untuk masyarakat Bali dan wisatawan untuk menghargai dan merayakan keindahan budaya di tengah arus modernisasi. Artinya, ARMA Fest bukan sekadar hiburan tetapi juga ajakan bersama dalam upaya pelestarian budaya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kekayaan budaya Indonesia, Anda bisa mengunjungi Marclan International Newsroom. Marclan International sendiri adalah perusahaan manajemen perhotelan dan Third-Party Management di Indonesia yang mengusung standar tinggi dalam industri keramahan. Melalui tiga merek utama, Marclan Hotels & Resorts, Marclan Elite, dan Marclan Collection, Marclan International memberikan pengalaman menginap yang autentik dan tak terlupakan bagi para tamu. Press release terkait festival seni ARMA Fest 2025 juga sudah tersedia di VRITIMES.





