Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara mengumumkan pelaksanaan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) di Provinsi Maluku Utara. Program ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah guna mendukung program swasembada pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Menurut Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, infrastruktur konektivitas yang andal sangat penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Program IJD Tahap 1 akan fokus pada peningkatan jalan di tiga ruas prioritas, yaitu Jalan Lapter-Wayamii di Kabupaten Halmahera Timur, Jalan Kusuri-Tolabit di Kabupaten Halmahera Utara, dan Preservasi Jalan Dalam Kota Ternate.
Di samping program IJD, Kementerian PU juga sedang melaksanakan sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya di Maluku Utara. Misalnya, sebagai bagian dari mitigasi bencana pascabanjir bandang di Kota Ternate pada 25 Agustus 2024, telah diselesaikan pembangunan tiga unit Sabo Dam dan pembuatan alur sungai baru. Pembangunan Jembatan Ake Rua Baru dengan alokasi biaya Rp6 miliar juga akan segera dilakukan. Progres pembangunan infrastruktur jembatan lainnya seperti Jembatan Gantung Gayok, Jembatan Gantung Desa Todowongi, Jembatan Sungai Kalibutu, Jembatan Ake Meja IV, dan Jembatan Ake Hale I juga terus berjalan dengan baik. Semua upaya ini merupakan komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara di Indonesia yang bertugas dalam urusan pekerjaan umum, seperti pembangunan infrastruktur, jalan raya, jembatan, dan pengelolaan air. Kementerian ini bertanggung jawab kepada Presiden, dan saat ini dipimpin oleh Dody Hanggodo. Informasi lebih lanjut tentang program ini dapat ditemukan di sumber link dibawah.





