PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang telah mencatat sebanyak 26 kecelakaan di perlintasan sebidang sepanjang tahun 2024, dengan 5 korban meninggal dunia, 24 luka berat, dan 3 luka ringan. Di samping itu, tercatat 14 kecelakaan di jalur tanpa perlintasan resmi dengan 9 korban meninggal dunia dan 3 luka berat. Jumlah korban meninggal dunia selama 2024 mencapai 14 orang.
Menyusulnya, dari Januari hingga 26 Agustus 2025, terjadi peningkatan jumlah korban meninggal dunia menjadi 17 orang. Terdapat 25 kejadian di mana kendaraan menabrak kereta api dengan 9 korban tewas, 4 luka berat, dan 5 luka ringan. Sementara itu, ada 12 peristiwa di mana orang menabrak kereta api, mengakibatkan 8 kematian, 3 luka berat, dan 1 luka ringan.
Untuk menangani situasi ini, Manager Humas Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menyatakan upaya mereka dalam menekan angka kecelakaan dengan menutup 19 perlintasan liar di wilayah operasional mereka selama semester pertama tahun 2025. Zaki menekankan pentingnya penggunaan perlintasan resmi yang dilengkapi dengan sistem pengamanan, serta larangan membuka kembali perlintasan liar yang sudah ditutup.
Pihak PT KAI juga telah melakukan upaya persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, aparat kelurahan, dan warga sekitar dalam proses penutupan. Imbauan dan spanduk penutupan dipasang di lokasi rawan kecelakaan, sambil mengingatkan pengendara agar tidak menembus perlintasan saat sirene berbunyi. Zaki menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko kecelakaan harus terus ditingkatkan dan menekankan bahwa penutupan perlintasan adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan bersama.





