Instilling a Culture of Health: CKG School Program

by -261 Views

Pada tanggal 4 Agustus 2025, pemerintah resmi meluncurkan program Free Health Check in Schools (CKG Sekolah), membawa pemeriksaan kesehatan awal langsung ke sekolah dalam upaya untuk mendeteksi masalah kesehatan potensial di antara siswa secepat mungkin—memastikan intervensi yang cepat dan efektif.

“Kami sebagai pemerintah hari ini secara proaktif datang ke sekolah—SD, SMP, dan SMA—untuk memeriksa kesehatan anak-anak kita. Deteksi dini penyakit potensial dapat mencegah bahaya di masa depan dan memungkinkan pengobatan yang tepat waktu,” ujar Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), saat mengunjungi SMA 6 Tangerang Selatan pada hari Senin (4/8).

Program CKG berbasis sekolah ini mencakup seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA. Di SMA 6 Tangerang Selatan, 1.225 siswa menerima pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk penilaian status gizi, kadar gula darah, hemoglobin (Hb), penglihatan, pendengaran, dan kesehatan gigi. Sebanyak 13 tenaga kesehatan—termasuk dokter, perawat, dokter gigi, dan ahli gizi—dari Puskesmas Pamulang diterjunkan untuk melaksanakan program tersebut.

Hasan menjelaskan bahwa program CKG berbasis sekolah tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, tetapi juga untuk mempromosikan kebiasaan hidup sehat melalui pendidikan yang berkelanjutan. Misalnya, siswa diajari cara mencuci gigi dan membersihkan telinga dengan benar.

“Mereka juga belajar bagaimana menjaga pola makan seimbang dan tetap fisik—sehingga pada akhirnya, mengunjungi fasilitas kesehatan tidak hanya akan terjadi ketika mereka sakit, tetapi bahkan saat mereka sehat,” ungkap Hasan.

Perubahan pola pikir ini, lanjutnya, seharusnya merambah lebih jauh dari sekolah ke masyarakat umum. “Masyarakat seharusnya mengunjungi pusat kesehatan saat mereka sehat, sehingga mereka dapat memahami risiko kesehatan mereka, mengadopsi gaya hidup yang lebih baik, dan merangkul budaya perawatan preventif,” tambahnya. “Dengan demikian, penyakit berbahaya dapat diminimalkan—bahkan dihilangkan sepenuhnya—membantu kita semua menjalani hidup yang lebih sehat.”

Asnawi Abdullah, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan di Kementerian Kesehatan, memperkuat bahwa CKG di sekolah ditujukan untuk membangun landasan perilaku sehat sejak usia dini.

“Kami percaya sekolah merupakan pintu gerbang untuk membudayakan kesehatan, dan kami harus memulai dari situ,” tegasnya.

Menurut Asnawi, lebih mudah menanamkan kebiasaan hidup sehat pada siswa daripada mengubah perilaku dewasa. “Ambil contoh merokok—membuat orang dewasa berhenti sangat sulit. Namun mengajarkan anak sekolah untuk menghindari merokok jauh lebih efektif,” ujarnya.

Dia berharap kebiasaan kesehatan yang ditanamkan pada siswa hari ini akan terbawa hingga dewasa. “Itulah mengapa kami melihat sekolah sebagai titik awal yang ideal untuk membangun budaya nasional yang lebih sehat,” tekan Asnawi.

Sementara itu, Aryo Gustian Wisesa, seorang siswa kelas sepuluh di SMA 6 Tangerang Selatan dan salah satu peserta program, mengatakan dia senang bisa ikut dalam pemeriksaan kesehatan. “Saya agak gugup saat tes darah, tapi setelah itu, semuanya berjalan dengan baik,” ucapnya sambil tersenyum.

Source link