Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta dalam Program MBG

by -144 Views

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan kunci dengan pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto selama acara di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi untuk Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Forum bertajuk “Bukti Nyata Program Presiden Prabowo Subianto” diadakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air) turut dihadiri oleh sejumlah pemimpin daerah, antara lain: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, beserta perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya keselarasan pandangan di segala tingkatan pemerintahan untuk mendukung implementasi program-program prioritas nasional.

Hasan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki agenda kebijakan yang didasarkan pada perencanaan jangka panjang dan bukan improvisasi. Banyak ide yang telah diuraikan dalam buku yang ditulis oleh Prabowo lebih dari satu dekade yang lalu, yang kini menjadi dasar dari program-program pemerintah. Salah satu inisiatif unggulan adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan hasil visi jangka panjang. Program serupa telah berhasil diimplementasikan di lebih dari 109 negara dengan dampak yang terlihat hingga 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk turut serta berkontribusi dalam percepatan program tersebut.

Selain itu, forum ini juga menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk memberikan umpan balik langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk mencapai terobosan di lapangan. Dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) juga harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian dan yang tak kalah penting, rasanya harus lezat. Hasan menegaskan bahwa jika makanan tidak enak dan tidak dimakan, maka tujuan tidak akan tercapai. Itulah sebabnya penting untuk memberikan umpan balik jika ada ketidakpuasan, agar tidak terjadi pemborosan.

Source link