Maximo Quiles, pembalap termuda di tiga grid and, membuat debut mengesankan di Moto3 pada GP Amerika Serikat setelah absen di balapan sebelumnya karena cedera. Meraih podium pertamanya di Silverstone, Quiles meraih kemenangan pertamanya di Mugello, memberikan kejutan di musim balapnya. Menjadi siswa dari Marc Marquez, Quiles memperlihatkan kinerja gemilang dengan pole position pertama di Le Mans dan podium pertama di Inggris, mengikuti jejak sang mentor yang sekarang memimpin klasemen. Meskipun melompat ke Moto3 dari Tong Indonesia dan tertinggal 77 poin dari pemimpin klasemen, Quiles tetap berada dalam persaingan. Terfokus pada gelar Moto3, Quiles mengungkapkan upayanya dan keinginannya untuk karier panjang seperti Marc Marquez, tetap rendah hati dan berharap untuk meraih keberhasilan di lintasan balap. Menerima dukungan dari keluarga dan timnya, Quiles mengakui bantuan yang diberikan oleh Marquez dan Alex Marquez dalam olahraganya tanpa memberikan tekanan padanya. Dalam momen kebahagiaan setelah kemenangan di Mugello, ibu Quiles menunjukkan dukungannya yang mendalam, sementara Quiles sendiri mencari identitas barunya di dunia balap. Selain pencapaian di lintasan, Quiles juga menekankan arti penting tim Aspar dalam perjalanan kariernya. Dengan semangat dari daerah kelahirannya, Quiles menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dan menaklukkan dunia balap bersama rekan-rekan seprofesinya asal Murcia.
Quiles: Sensasi Anak Didik Marquez Debut Moto3





