Lance Stroll, mantan pembalap Formula 1, disorot karena penampilannya yang kurang memuaskan dalam balapan terakhir. Sebagai pembalap yang baru pulih dari cedera tangan, Stroll dinilai tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi timnya di lintasan. Kelemahan terbesar Stroll terlihat dalam babak kualifikasi, di mana ia gagal mengalahkan sebagian besar rekan setimnya selama kariernya di Formula 1. Penampilan Stroll juga dinilai tidak konsisten sepanjang musim, yang membuatnya sulit bersaing dengan pembalap-pembalap lainnya.
Meskipun Stroll berhasil mengumpulkan lebih banyak poin daripada Fernando Alonso, ia dinyatakan lebih unggul dalam babak kualifikasi. Namun, Stroll sering kali terlalu jauh dari Alonso dan kurang konsisten dalam penampilannya. Sebagai putra dari pemilik tim Lawrence Stroll, pembalap berusia 26 tahun ini dianggap memiliki kebebasan yang lebih dibandingkan pembalap lain. Meski demikian, beberapa pihak percaya bahwa Aston Martin perlu mempertimbangkan untuk mengganti Stroll dengan pembalap yang lebih konsisten.
Timo Glock, mantan pembalap Formula 1, menyarankan agar Aston Martin mencari dua pembalap yang bisa saling mendorong untuk memberikan hasil terbaik bagi tim. Saat ini, Aston Martin hanya memiliki Fernando Alonso sebagai pembalap utama, yang membuatnya kesulitan bersaing dengan tim-tim lain. Menurut Glock, Aston Martin harus memprioritaskan kesuksesan tim dan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan individu.





