Prabowo’s New Policy: Cash Aid for 17.3M Low-Income Workers – Impact on Economy

by -231 Views

Pemerintah telah meluncurkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pekerja berpenghasilan rendah, yaitu mereka yang menghasilkan kurang dari Rp3,5 juta per bulan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan kebijakan tersebut setelah pertemuan kabinet terbatas dengan Presiden di Istana Negara. Tujuan dari bantuan ini adalah untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.

Syarat untuk menerima bantuan ini adalah menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). Kementerian Ketenagakerjaan akan menangani implementasi program tersebut dan pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan akan menerima subsidi upah sebesar Rp300.000 per bulan selama bulan Juni dan Juli, total Rp600.000. Program ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang diperkirakan akan berdampak besar pada kalangan pekerja.

Selain itu, program BSU juga melibatkan guru kontrak (guru honor), dengan diperkirakan sebanyak 565.000 guru akan menerima bantuan tunai langsung. Guru honor ini juga akan mendapatkan Rp300.000 per bulan selama dua bulan, yaitu total Rp600.000. Pemerintah memutuskan untuk memberikan BSU daripada diskon listrik yang sebelumnya direncanakan karena kesiapan data dan implementasi yang lebih cepat.

Dalam paket stimulus ekonomi sebesar Rp24,44 triliun yang ditandatangani pemerintah atas arahan Presiden Prabowo, program subsidi upah ini merupakan langkah konkret untuk melindungi daya beli penduduk berpenghasilan menengah bawah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Source link