Bank Indonesia Pleased, Trio Airlangga-Sri Mulyani-Tommy Djiwandono Strengthen the Rupiah

by -255 Views

Jakarta – Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia senior, Destry Damayanti, menyatakan bahwa konferensi pers pagi ini mengenai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berhasil meredam depresiasi terbaru rupiah.

Dia melaporkan bahwa konferensi tersebut, yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan Sri Mulyani; dan Anggota Sektor Keuangan dari Tim Transisi Pemerintah Thomas Djiwandono atau Tommy Djiwandono, membantu mata uang Garuda untuk ditutup lebih kuat hari ini.

“Konferensi pers antara perwakilan pemerintahan yang sedang menjabat dan yang akan datang memiliki dampak yang cukup signifikan. Pasar lebih tenang dan rupiah menguat hari ini,” kata Destry saat menghadiri pertemuan dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, (24 Juni 2024).

Destry menjelaskan bahwa klarifikasi pemerintah memberikan keyakinan kepada investor tentang kelanjutan pengelolaan fiskal Indonesia. Dia mencatat bahwa keyakinan pasar ini memberikan kontribusi terhadap kekuatan rupiah, bahkan dibandingkan dengan negara tetangga.

“Ia menguat bahkan dibandingkan dengan kelompok sebaya, kita menguat jauh lebih signifikan, sehingga posisinya agak menguat dibanding sebelumnya,” kata dia.

Menurut Refinitiv, rupiah Indonesia akhirnya menguat terhadap dolar AS setelah beberapa hari penurunan, menembus level Rp 16.400/US$. Rupiah ditutup lebih kuat sebesar 0,3% di Rp16.390/US$ pada Senin (24/6/2024). Sebelumnya, rupiah mencapai titik terlemahnya di Rp16.470/US$.

Sementara itu, Indeks Dolar (DXY) pada pukul 15.00 WIB turun menjadi 105,67, turun 0,12. Angka ini lebih rendah dibanding penutupan hari sebelumnya sebesar 105,79.

Pagi tadi, Airlangga Hartarto, Sri Mulyani, dan Tommy Djiwandono mengadakan konferensi pers di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Selama konferensi pers, Sri Mulyani menekankan bahwa komunikasi antara pemerintahan Presiden Joko Widodo dan tim sinkronisasi Presiden terpilih Prabowo Subianto berjalan lancar.

Dia memastikan bahwa program unggulan Prabowo, seperti makanan bergizi gratis, termasuk dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025 dan tidak akan membuat defisit fiskal membengkak. Selain itu, Thomas Djiwandono juga mengkonfirmasi bahwa pemerintahan presiden terpilih akan mematuhi batas defisit dalam anggaran negara dan berkomitmen untuk melanjutkan manajemen fiskal yang disiplin.

Sumber CNBC Indonesia

Source link