Afrika Selatan Mengajukan Permintaan Kembali ke Mahkamah Internasional, Inilah Tuntutannya

by -314 Views

Para pengunjuk rasa melakukan protes di depan pemandangan roda The View dekat Gedung Pengadilan menuntut penghormatan terhadap keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) tentang Gaza, di Brussels, Belgia, 5 Februari 2024.

PRETORIA – Menteri Pembangunan Sosial Afrika Selatan (Afsel) mengatakan negaranya kembali ke Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengajukan langkah tambahan pada Israel untuk mengakhiri invasi ke Rafah.

Lindiwe Zulu mengatakan Afsel tidak bisa meninggalkan perjuangannya membela Palestina saat Israel mengintensifkan serangan ke Gaza.

Pada Januari lalu Afsel mengajukan gugatan hukum terhadap Israel ke ICJ atas pelanggaran kewajiban Konvensi Genosida. Zulu mengatakan gugatan itu merupakan upaya Afsel untuk “menghentikan genosida, tapi sayangnya hal itu tidak terjadi.”

“Ia menambahkan Israel hanya meningkatkan “eskalasi” serangan ke Gaza sejak putusan ICJ bulan Januari lalu. “Kami yakin kami tidak bisa berhenti di tengah jalan,” kata Zulu.

Ia mengatakan permintaan terbaru Afsel ke ICJ adalah untuk mendesak Israel menghentikan serangannya ke Rafah. Kota di ujung selatan yang menampung ratusan ribu orang dari daerah lain.

Afsel juga meminta ICJ mendesak Israel memastikan warga sipil Gaza menerima bantuan kemanusiaan. Selain itu, kasus ini juga dimaksudkan untuk menambah momentum gerakan solidaritas global pro-Palestina, yang didorong mahasiswa di seluruh dunia dan menekan komunitas internasional untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Sementara itu organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MF) mengatakan warga daerah pendudukan di Tepi Barat semakin sulit mengakses layanan kesehatan di tengah serangan dan pembatasan Israel.

MSF menambahkan mengatakan warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsi di Tulkarem dan Jenin tidak bisa dan dihalangi untuk mengakses fasilitas kesehatan, terutama saat terjadi serangan militer Israel.

Para korban harus menunggu untuk mencapai rumah sakit, dan dalam banyak kasus, meninggal sebelum sampai di sana. MSF juga mengatakan orang-orang di Hebron melaporkan seringnya terjadi pemblokiran jalan, serangan militer dan serangan pemukim Israel yang menciptakan hambatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah satu warga Hebron Mahmud Mousa Abu Eram mengatakan kepada MSF warga harus “berjalan berjam-jam” atau menggunakan keledai untuk mencapai fasilitas kesehatan.