JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Iran Hossein Amirabdollahian dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Banjul, Gambia, Sabtu (4/5/2024). Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas perkembangan isu Palestina.
“Membahas situasi di Palestina dan Timur Tengah bersama Menlu Amirabdollahian (Banjul, 4/5). Menekankan pentingnya deeskalasi dan menciptakan perdamaian serta stabilitas di kawasan. Perlunya kesatuan posisi OKI untuk mencegah kekejaman lebih lanjut di Gaza juga dibicarakan,” tulis Retno melalui akun resmi X-nya, Ahad (5/5/2024).
Retno juga bertemu dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. “Senang bertemu dengan Menlu Faisal bin Farhan di Banjul. Membahas upaya menggalang dukungan dari negara-negara lain untuk mengakui Palestina,” ungkap Retno.
Di sela-sela KTT OKI, Retno juga bertemu dengan Menlu Qatar Soltan bin Saad Al-Muraikhi. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas perkembangan situasi di Gaza dan Palestina.
Saat berbicara di KTT OKI, Retno mengingatkan negara-negara anggota tentang Inisiatif Perdamaian Arab. Inisiatif tersebut menyatakan bahwa perdamaian dengan Israel hanya mungkin terjadi jika Israel mengakhiri pendudukan atas Palestina. “Keputusan ini mengirimkan pesan kuat kepada Israel: tanpa kemerdekaan bagi Palestina, tidak akan ada hubungan diplomatik. Pesan dan keputusan tersebut harus dipertahankan,” ujar Retno.
Menlu RI kemudian menyoroti kekejaman yang berlanjut di Gaza. “Selama tujuh bulan terakhir, kita telah menyaksikan kekejaman terburuk dalam sejarah modern. Lebih dari 34 ribu warga Palestina tewas oleh Israel yang merupakan genosida. Bantuan kemanusiaan terus terhalang. Ancaman penyerangan ke Rafah masih berlanjut. Keanggotaan Palestina di PBB tetap diblokir,” katanya.
Retno menegaskan bahwa dalam situasi seperti itu, OKI harus bersatu dalam membela keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. OKI diminta untuk tidak terpecah belah dan tetap fokus bersatu dalam membantu Palestina. Selain itu, Retno juga mengajak negara-negara anggota OKI untuk terus mendukung Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
“Oleh karena itu, Jaring Pengaman Keuangan Islam di OKI harus segera diaktifkan,” ujar Retno.
Menlu juga meminta OKI untuk terus merangsang gencatan senjata segera dan permanen di Gaza. Dia menekankan bahwa penghentian pertempuran akan menghentikan peningkatan jumlah korban jiwa dan meringankan penderitaan kemanusiaan. Selain itu, hal tersebut akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi negosiasi yang adil menuju solusi dua negara.
Terakhir, Retno meminta OKI berperan dalam mencegah eskalasi lebih lanjut. “Kita harus fokus pada penanganan bencana kemanusiaan di Palestina dan menahan diri dari konflik terbuka. Kita harus menjamin stabilitas di kawasan dan dunia. Persatuan OKI harus berkontribusi pada perdamaian, bukan memperburuk krisis,” ujar Menlu.
Sumber: Republika





