Israel telah mengakui bahwa mereka akan menyesuaikan taktik mereka dalam perang di Gaza setelah membunuh tujuh pekerja kemanusiaan dalam serangan udara yang diakui oleh militer Israel sebagai kesalahan. Militer Israel mengumumkan bahwa hasil penyelidikan atas serangan udara tersebut akan segera dipublikasikan.
Serangan yang terjadi pada hari Senin (1/4/2024) telah menimbulkan kemarahan dari negara-negara Barat dan juga menunjukkan tingginya korban sipil dalam serangan Israel di Gaza. Para korban terutama adalah staf World Central Kitchen (WCK) yang berasal dari Australia, Inggris, Polandia, dan seorang pemilik dwi-kewarganegaraan Amerika-Kanada.
PBB melaporkan bahwa sudah ada 196 pekerja kemanusiaan yang tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober tahun lalu. Pendiri WCK, chef Jose Andres mengungkapkan bahwa konvoi WCK diserang secara “sistematis” meski militer Israel mengetahui pergerakan mereka. Pemerintah Israel menyebut insiden tersebut sebagai “tidak disengaja”.
Israel berjanji akan menyesuaikan praktik mereka di masa depan untuk memastikan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Mereka juga akan membentuk ruang koordinasi operasional bersama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan di Gaza untuk menghindari kesalahan serangan udara terhadap target yang tidak semestinya.
Penyelidikan atas insiden tersebut masih terus berjalan, dengan harapan hasilnya akan segera diumumkan oleh militer Israel. Sementara itu, jumlah korban tewas dari kedua belah pihak terus bertambah, menunjukkan eskalasi konflik yang semakin memprihatinkan.





