Israel Berupaya Mengusir Warga Gaza ke Sinai, Menawarkan Penghapusan Utang-utang Mesir di Bank Dunia

by -301 Views

Israel dengan sengaja terus melakukan serangan di wilayah Gaza untuk menciptakan ketakutan di kalangan warga Palestina dan memaksa mereka meninggalkan wilayah tersebut. Tujuan Israel adalah untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza ke Sinai Utara di Mesir. Selain itu, Israel juga membangun pagar penghalang untuk menghentikan warga Palestina agar tidak kembali ke Gaza. Israel berusaha untuk mengajak Mesir untuk mendukung skenario ini.

Pemerintah Mesir sangat kesal dengan skenario ini. Mereka telah memobilisasi pasukan khusus untuk menjaga perbatasan Rafah di Sinai Utara agar tidak ada warga Palestina yang masuk ke Sinai. Mesir menolak pemindahan paksa warga Palestina dan juga kesepakatan keamanan. Mesir tidak setuju dengan tawaran Amerika Serikat untuk mengambil peran keamanan di Gaza di masa depan.

Para pejabat Mesir secara berkala telah mengingatkan Israel tentang penolakan mereka terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza. Hal ini menunjukkan keinginan Mesir untuk mengakhiri konflik di perbatasannya dan sikap yang lebih tegas dalam menghadapi Israel. Lobi Israel untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza menuai penolakan karena Mesir khawatir bahwa perang berkepanjangan di sana akan mengganggu stabilitas di Sinai dan berdampak pada situasi domestik di kalangan penduduk yang mendukung perjuangan Palestina.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, telah mengancam akan memobilisasi jutaan warga Mesir untuk melakukan protes jika diminta sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan paksa tersebut. Mesir menegaskan penolakan mereka terhadap pemindahan paksa warga Palestina dan eksodus mereka ke Sinai, karena dianggap sebagai akhir dari perjuangan Palestina.

Mesir menolak rencana Israel untuk mengambil alih keamanan di Gaza. Mesir juga menolak rencana yang melibatkan pengelolaan keamanan Gaza oleh Mesir sampai Otoritas Palestina dapat mengambil alih jika dan ketika Hamas dikalahkan. Mesir tidak akan membiarkan Israel melakukan outsourcing keamanan di Gaza karena hal ini akan melibatkan Mesir dalam pendudukan ilegal Israel dan menjadi ancaman langsung terhadap keamanan nasional Mesir. Mesir percaya bahwa tidak ada insentif finansial yang akan mempengaruhi keputusan mereka dalam menolak skenario ini.