Seorang aktor yang mengenakan seragam militan Hamas merayap keluar dari terowongan saat kru dari saluran satelit al-Aqsa yang dikelola Hamas sedang syuting untuk serial 30 episode berjudul Fist of the Free, di Beit Lahiya, Jalur Gaza Utara, pada Kamis, 3 Februari 2022.
JAKARTA — Tim pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia-Palestina membantah tuduhan Israel terkait keberadaan terowongan di fasilitas kesehatan yang terletak di Jalur Gaza itu.
“Tuduhan yang mereka (Israel) sampaikan bahwa terowongan itu tidak ada di RS Indonesia adalah tidak benar,” kata Kepala Tim Pembangunan RS Indonesia, Farid Thalib, di Jakarta, pada Senin (6/11/2023).
Farid menjelaskan bahwa Israel beberapa waktu lalu menyiarkan beberapa foto yang diklaim sebagai terowongan di Rumah Sakit Indonesia, padahal sebenarnya tidak. Informasi yang disampaikan oleh Israel menyatakan bahwa tempat yang mereka maksud sebagai terowongan adalah tempat yang diduga digunakan oleh kelompok tertentu di Palestina.
Menurut Farid, informasi ini merupakan tuduhan yang serius namun tidak berdasar. Rumah Sakit Indonesia, yang dibangun dengan sumbangan dari seluruh rakyat Indonesia, didirikan semata-mata untuk misi kemanusiaan Palestina.
Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza menjadi satu-satunya harapan bagi warga Palestina di Gaza Utara. Setidaknya menurut data terbaru yang diterima MER-C Indonesia, Rumah Sakit Indonesia saat ini sedang merawat 5 ribu warga Palestina di Gaza setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Oleh karena itu, Farid yang juga merupakan Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyatakan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk mendesak pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
“Tidak boleh ada gangguan terhadap rumah sakit apapun yang terjadi karena alasan kemanusiaan,” kata Farid.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyerukan Israel untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga sipil dan serangan terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit, masjid, dan gereja. Terkait Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa rumah sakit tersebut masih beroperasi untuk merawat para korban konflik antara Israel dan Hamas.
Pemerintah Indonesia juga telah memberikan bantuan sebanyak 51,5 ton berupa bahan makanan, alat medis, selimut, tenda, dan logistik lainnya sesuai dengan kebutuhan para korban perang di Gaza.
Sumber: [Republika](https://internasional.republika.co.id/berita/s3oy66335/israel-tuduh-ada-terowongan-hamas-di-bawah-rs-indonesia-ini-bantahannya)





