Konvoi truk bantuan kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza terlihat diparkir di luar gerbang perbatasan Rafah, Mesir pada tanggal 24 Oktober 2023.
Ratusan truk pengangkut bantuan kemanusiaan internasional masih terhenti di wilayah Sinai Utara, Mesir. Mereka sedang menunggu giliran untuk dapat memasuki Gaza melalui gerbang penyeberangan Rafah.
Semua truk pengangkut bantuan yang melewati wilayah Mesir akan diperiksa oleh otoritas Israel sebelum mereka dapat mengakses Gaza. Reem Ali, seorang sukarelawan bantuan, mengatakan bahwa mereka pikir prosesnya akan cepat, namun mereka sudah menunggu selama 15 hari dengan sedikit kemajuan. Mesir tidak melakukan penahanan terhadap upaya apapun.
Saat ini, di gerbang penyeberangan Rafah terdapat puluhan truk yang masih mengantre untuk memasuki Gaza. Pada tanggal 31 Oktober 2023, sebanyak 60 truk berhasil melintasi Rafah menuju Gaza. Ini merupakan konvoi bantuan terbesar yang memasuki Gaza sejak pertempuran dimulai pada tanggal 7 Oktober 2023.
Sejak tanggal 7 Oktober 2023, hanya 250 truk pengangkut bantuan yang berhasil memasuki Gaza. Jumlah ini terbilang sangat kecil. Otoritas Mesir mengatakan bahwa setidaknya 500 truk perlu melintasi Rafah menuju Gaza setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan penduduk di wilayah tersebut.
Pada tanggal 2 November 2023, Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, mengunjungi Rafah untuk menindaklanjuti proses pengiriman bantuan. Ia menyatakan penolakan terhadap kebijakan hukuman kolektif yang diberlakukan kepada warga sipil di Gaza. Mesir telah bekerja dengan tanpa lelah sejak awal konflik ini, dimulai dari Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan seluruh lembaga negara, termasuk Departemen Urusan Sipil.
Hingga saat ini, Israel terus melakukan bombardir ke Gaza. Meski jumlah korban jiwa dan luka di Gaza terus meningkat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penolakan gencatan senjata di Jalur Gaza. Ia mengatakan bahwa seruan gencatan senjata adalah seruan agar Israel menyerah pada Hamas, menyerah pada terorisme, dan menyerah pada barbarisme, yang tidak akan terjadi.
Hingga berita ini ditulis, sudah ada lebih dari 8.800 warga Gaza yang tewas akibat serangan Israel sejak tanggal 7 Oktober 2023. Lebih dari 3.600 di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan korban luka mencapai setidaknya 22 ribu orang. Agresi Israel juga menyebabkan lebih dari 1 juta warga Gaza menjadi terlantar dan mengungsi.





