Pembebasan Sandera Memerlukan Gencatan Senjata

by -456 Views

GAZA — Seorang pejabat Hamas mengatakan pembebasan sandera Israel yang ditahan di Gaza harus dilakukan bersamaan dengan gencatan senjata bagi pasukan udara Israel di Gaza. Hal ini karena dibutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk mengumpulkan semua sandera agar mereka tidak menjadi korban serangan udara Israel.

Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat Hamas, Abu Hamid, saat berkunjung ke Moskow, Rusia beberapa waktu lalu. Abu Hamid mengatakan bahwa penahanan para sandera tersebar di berbagai lokasi yang dikuasai oleh beberapa faksi pejuang Hamas di Palestina yang terlibat dalam penyerangan pada 7 Oktober lalu.

“Mereka menangkap puluhan orang, sebagian besar adalah warga sipil, dan kami butuh waktu untuk menemukan mereka di Jalur Gaza dan kemudian membebaskannya,” kata Abu Hamid seperti dilansir Reuters pada Jumat (27/10/2023).

Hingga saat ini, Hamas telah membebaskan empat sandera. Namun, Hamas juga menjelaskan sejak awal bahwa mereka bermaksud membebaskan “tahanan sipil” sejak awal, namun serangan udara Israel menghambat upaya ini.

Abu Hamid menekankan bahwa suasana lingkungan yang tenang diperlukan untuk menyelesaikan tugas pembebasan ini. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi keterangan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan 50 tahanan warga Israel sendiri.

Di sisi lain, Israel sedang mempersiapkan invasi darat, tetapi tekanan dari Amerika Serikat dan negara-negara Arab membuat mereka menunda operasi tersebut. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran bahwa serangan darat Israel akan meningkatkan jumlah korban sipil di Gaza serta memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Pada Jumat (27/10/2023), dua jet tempur Amerika Serikat menyerang fasilitas senjata dan amunisi di Suriah sebagai pembalasan atas serangan dari milisi yang didukung Iran sejak konflik Gaza terjadi, menurut klaim AS.

Menurut jajak pendapat yang diterbitkan pada Jumat, hampir setengah dari warga Israel saat ini ingin menunda invasi darat karena khawatir nasib 224 sandera yang dilaporkan masih ditahan jika invasi dilakukan.

Saat ini, pejuang militan Palestina bentrok dengan pasukan Israel di setidaknya dua wilayah di Jalur Gaza. Media yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan serangan terbaru yang dilakukan setelah beberapa serangan berskala kecil sebelumnya.

Warga Gaza bagian tengah melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan dan serangan udara di sepanjang perbatasan. Israel terus menjatuhkan bom dan menyerang dengan pesawat di Gaza bagian tengah.

Israel juga melaporkan bahwa jet-jet tempurnya telah menyerang tiga anggota senior Hamas yang ikut berperan dalam serangan pada 7 Oktober. Ketiga pejabat Hamas tersebut merupakan komandan di Batalyon Daraj Tuffah. Meskipun Hamas belum mengumumkan resmi tentang kematian ketiga pejabat tersebut.

Di kamp pengungsi Jabalia di Gaza Utara, seorang pengacara Palestina bernama Jehad Al-Kafarnah kehilangan istrinya yang sedang hamil akibat serangan udara Israel. Dia menangis sambil memeluk tubuh anaknya yang baru dilahirkan berusia 8 bulan yang juga tewas dalam serangan tersebut.

Sumber: Republika (https://internasional.republika.co.id/berita/s36qba383/pejabat-hamas-gencatan-senjata-diperlukan-untuk-pembebasan-sandera)